Kapan Lebaran Idulfitri 2026? Ini versi Pemerintah, Muhammadiyah, NU, BMKG-BRIN

  • Arry
  • 14 Maret 2026 11:10
Lebaran Idulfitri(pexels/pixabay)

Newscast.id - Kapan Lebaran Idulfitri 2026 menjadi informasi yang banyak dicari. Penentuan Lebaran Idulfitri di Indonesia ditentukan dengan metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal).

Sejumlah pihak yang menjadi rujukan dalam penentuan Idulfitri biasanya adalah Pemerintah dan ormas Islam seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama. Selain itu lembaga ilmiah seperti BMKG dan BRIN juga ikut membantu.

Berikut kapan Lebaran Idulfitri 2026 berlangsung:

Versi Pemerintah

Pemerintah melalui Kementerian Agama akan menentukan kapan 1 Syawal 1447 H melalui sidang isbat. Rencananya, sidang isbat akan digelar pada pada Kamis, 19 Maret 2026, bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 H.

Meski belum menentukan kapan Lebaran Idulfitri 2026 terjadi, berdasarkan pemerintah telah menetapkan 21 Maret 2026 sebagai hari pertama Idulfitri 1447 H. Hal ini didasarkan pada SKB 3 Menteri yang telah ditetapkan pada 2025.

Baca juga
Jadwal terbaru cuti bersama dan libur Lebaran Idulfitri 2026

Versi Nahdlatul Ulama

Ormas Islam Nahdlatul Ulama (NU) biasanya mengikuti keputusan pemerintah dalam penentuan 1 Syawal 1447 H.

Versi Muhammadiyah

Berbeda dengan pemerintah dan NU, ormas Muhammadiyah sudah menetapkan jadwal Idulfitri 1447 Hijriah melalui metode hisab. Berdasarkan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah tentang penetapan Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 H, 1 Syawal 1447 H akan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Baca juga
Muhammadiyah tetapkan Lebaran Idulfitri 20 Maret 2026 versi KHGT, Ini penjelasannya

Muhammadiyah menggunakan perhitungan hisab yang dilakukan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah dengan menggunakan kriteria Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Prediksi BMKG dan BRIN

Lembaga ilmiah seperti BMKG dan BRIN ikut memprediksi kapan 1 Syawal 1447 H atau Lebaran Idulfitri 2026 terjadi.

Baca juga
Peneliti BRIN sebut Lebaran Idulfitri 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026

BMKG memperkirakan konjungsi atau ijtimak terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026 sekitar pukul 08.23 WIB. Dengan dasar ini, posisi hilal saat matahari terbenam di Indonesia pada 19 Maret 2026 diperkirakan masih berada di bawah kriteria visibilitas hilal yang ditetapkan oleh MABIMS.

MABIMS mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat. Dengan dasar itu, BMKG memprediksi Idulfitri jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Sementara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga menyatakan, posisi hilal pada 19 Maret 2026 belum memenuhi kriteria MABIMS sehingga 1 Syawal berpotensi jatuh pada 21 Maret 2026. 

Artikel lainnya: 11 Tips Mudah Perkuat Sinyal Wifi Agar Internetan Lancar di Rumah

Related Articles

Berita Terpopuler

Berita Pilihan