Telur ceplok vs telur dadar, mana yang paling sehat? Ini kata pakar gizi IPB
- Arry
- 20 Juli 2026 16:02
Newscast.id - Telur dadar dan telur ceplok menjadi menu yang mudah disajikan. Namun dari dua menu itu mana yang kaya gizinya?
Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, Dr Karina Rahmadia Ekawidyani, menjelaskan, telur ceplok dan telur dadar sebenarnya memiliki kandungan gizi yang hampir serupa. Perbedaan terbesar terletak pada takaran minyak dan bahan komplementer yang ikut digoreng bersama.
"Secara umum tidak ada perbedaan kandungan gizi yang berarti antara telur ceplok dan telur dadar. Yang membedakan biasanya adalah kandungan lemak, bergantung dari jumlah minyak yang digunakan untuk memasak," ungkap Dr Karina dikutip dari laman IPB University, Senin, 20 Juli 2026.
Dr Karina mengungkapkan, telur dadar lebih banyak mengandung kalori dan lemak. Hal itu dipicu dari metode pengolahan telur dadar yang dikocok.
Baca juga
Resep Telur Dadar Masak Kecap, Masak Praktis Untuk Sarapan
Menurutnya, tekstur telur dadar yang dikocok akan membuat cairan telur bertindak seperti spons yang cenderung menyerap lebih banyak minyak di wajan dibandingkan telur ceplok. Terlebih kebiasaan masyarakat yang gemar menambahkan bahan penunjang ke dalam adonan telur dadar seperti keju, tepung, sosis, kornet, hingga daging cincang, otomatis ikut melambungkan nilai energi dan kalori total pada hidangan tersebut.
Di sisi lain, Dr Karina mematahkan ketakutan masyarakat yang sering membuang kuning telur karena takut kolesterol. Menurutnya, kuning telur justru merupakan rumah bagi berbagai vitamin dan mineral penting yang dibutuhkan tubuh.
Dia menjelaskan, berdasarkan riset medis terbaru, membuktikan konsumsi telur utuh tidak terbukti meningkatkan risiko penyakit jantung. Faktanya, lonjakan kolesterol jahat di dalam darah justru lebih dipicu oleh konsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan lemak trans yang digoreng bersamaan atau dimakan sebagai pendamping telur (seperti gorengan atau junk food).
Menurut Dr Karina, bagi yang sedang memangkas kalori atau menjaga berat badan, metode memasak tanpa minyak seperti direbus (boiled egg), dikukus, atau dibuat poached egg dapat menjadi pilihan terbaik.
Namun jia merindukan gurihnya telur goreng, Dr Karina menegaskan telur ceplok maupun telur dadar tetap sah-sah saja dikonsumsi saat diet. Kuncinya adalah menyiasati minyaknya, misalnya dengan beralih ke wajan anti-lengket bermutu tinggi (teflon) atau menggunakan minyak semprot (cooking spray) untuk menekan penggunaan lemak trans.
Artikel lainnya: Spanyol juara Piala Dunia 2026