Kepala BGN Sudaryono ngaku bisulan gegara banyak makan telur, dokter sebut mitos

  • Arry
  • 24 Jul 2026 17:01
Ilustrasi bisul(zaynyi/unsplash)

Newscast.id - Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono, mengaku bisulan usai mengonsumsi banyak telur. Benarka fakta tersebut?

Sudaryono melontarkan pernyataan itu usai dilantik menjadi Kepala BGN. Mantan Wakil Menteri Pertanian itu menggantikan poisisi Nanik S Deyang yang mengundurkan diri.

Usai pelantikan, Sudaryono membagikan kisah masa kecilnya yang terbiasa mengonsumsi telur hingga mengaku mengalami bisulan. Menurutnya, semasa kecil dia tumbuh di Grobogan, Jawa Tengah.

Sudaryono mengaku sejak kecil terbiasa makan telur karena keluarganya memelihara ayam. Saat itu, ikan bukan makanan yang mudah didapat karena daerah tempat tinggalnya jauh dari pantai.

Baca juga
Resmi dilantik jadi Kepala BGN, Sudaryono klaim tak rangkap jabatan Wamen Pertanian

"Saya sendiri anak dari desa. Ibu saya memelihara ayam di pojok rumah, dan saya selalu makan itu sampai, maaf, sampai bisulan di mana-mana. Saya merasa bisa tumbuh berkembang karena telur, karena ikan jarang di Grobogan yang jauh dari pantai," ujar Sudaryono dikutip dari YouTube Setpres.

Benarkah konsumsi banyak telur dapat menyebabkan bisulan?

Mengutip laman Siloam Hospitals, dijelaskan, telur adalah salah satu sumber protein hewani yang baik dikonsumsi. Telur mengandung banyak sumber gizi seperti vitamin A, vitamin D, asam folat, asam lemak omega-3, fosfor, selenium, dan masih banyak lagi.

Namun, sebagian individu enggan untuk mengonsumsi telur karena dianggap dapat menyebabkan munculnya bisul pada kulit.

Bisul atau furunkel adalah peradangan pada folikel rambut yang dapat menimbulkan gejala berupa munculnya benjolan merah yang berisi nanah pada kulit dan terasa nyeri. Sebagian individu menganggap kemunculan bisul ini sebagai akibat dari konsumsi telur terlalu banyak.

Tim Medis Siloam Hospitals menegaskan, informasi mengenai kemunculan bisul akibat makan telur hanyalah sebuah mitos belaka. Hingga saat ini, belum ada penelitian yang membuktikan konsumsi telur dapat menyebabkan munculnya bisul.

Penyebab utama bisul adalah infeksi bakteri Staphylococcus aureus pada folikel rambut. Pada dasarnya, bakteri tersebut sering ditemukan pada permukaan kulit dan lapisan dalam hidung, namun tidak menimbulkan masalah apa pun.

Meski demikian, bakteri Staphylococcus aureus bisa menginfeksi tubuh jika terdapat luka gores atau gigitan serangga pada permukaan kulit yang menjadi pintu masuk bakteri tersebut ke dalam tubuh.

Selain itu, sejumlah faktor lainnya yang dapat meningkatkan risiko munculnya bisul adalah sebagai berikut:

  • Terpapar bahan kimia beracun yang dapat mengiritasi lapisan kulit.
  • Kurang menjaga kebersihan diri sendiri maupun lingkungan di sekitar.
  • Kurangnya asupan nutrisi tubuh.
  • Kontak langsung dengan penderita bisul.
  • Terdapat luka terbuka yang mengalami infeksi.
  • Obesitas.
  • Menderita diabetes.
  • Sedang menjalani perawatan kemoterapi.
  • Menderita masalah kulit lain, seperti scabies atau eksim.
  • Memiliki sistem imun yang lemah atau menderita gangguan autoimun.
  • Sering menggunakan pakaian ketat.

Hubungan antara Alergi Telur dengan Risiko Munculnya Bisul

Meski konsumsi telur bukan penyebab munculnya bisul, namun bagi sebagian individu dapat menyebabkan alergi pada kulit. Kondisi ini banyak terjadi pada anak-anak.

Alergi telur ini terjadi karena sistem imun tubuh menganggap protein yang terkandung di dalam telur sebagai zat berbahaya. Akibatnya, sistem imun tubuh melepaskan histamin sebagai bentuk perlindungan tubuh dari zat berbahaya tersebut sehingga memicu munculnya gejala-gejala yang merupakan reaksi alergi, seperti ruam merah hingga gatal-gatal pada kulit.

Saat muncul reaksi alergi tersebut, penderita alergi telur mungkin akan sering menggaruk kulitnya. Jika digaruk secara berlebihan, hal tersebut dapat menimbulkan luka pada kulit yang menjadi pintu masuk bagi bakteri dan memicu terjadinya infeksi. Hal inilah yang dapat meningkatkan risiko munculnya bisul pada kulit.

Selain itu, orang yang memiliki alergi telur juga berisiko mengalami sejumlah gangguan pencernaan, seperti sakit perut, mual dan muntah, serta diare. Meski jarang terjadi, penderita alergi telur juga bisa mengalami reaksi alergi parah (anafilaksis) ketika mengonsumsi telur.

Artikel lainnya: Viral Menkeu Purbaya datangi pengobatan alternatif di Sukoharjo, sakit apa?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait