Makalah Nobel Perdamaian MBG Prabowo diduga dibuat pakai AI, Istana turun tangan

  • Arry
  • 7 Agt 2026 11:12
Makan bergizi gratis atau MBG(humas/indonesia.go.id)

Newscast.id - Pemerintah menelusuri munculnya makalah yang mengusulkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi nominasi Nobel Perdamaian 2026. Makalah tersebut diduga disusun dengan menggunakan kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI).

Makalah tersebut diberi judul ""Nobel Peace Prize 2026 Free Meal Program by The National Nutrition Agency Building Smart Business for Foor Security Industry and Indonesia's Economic Growth" dan diunggah pada papers.ssn.com.

"Lagi investigasi," kata Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI M Qodari saat dikonfirmasi terkait kasus ini.

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Benni Irwan juga tengah mengklarifikasi internal usai Kemendagri juga disebut-sebut di kasus ini.

Baca juga
Prabowo klaim diminta Korsel jadi juru damai dengan Korut, Ini respons Korsel

Dia menegaskan, tengah memastikan soal surat dari Kementerian Dalam Negeri nomor ND/KIE/001/I/2026 yang viral di media sosial merupakan benar dikeluarkan Kemendagri.

"Ya itu kan tidak hanya dari kemendagri ya, ada beberapa lembaga yang ada di situ, terkait dengan kemendagri dari pagi kami sudah dapat informasi itu, sekarang lagi di klarifikasi, apakah itu memang kemendagri secara kelembagaan atau bagaimana, kemudian apakah surat yang disampaikan itu bener dari kemendagri atau apa kita pastikan dulu," kata Benni.

"Saya sudah klarifikasi ke IPDN. Itu bukan dari IPDN. Kita sudah telepon Pak Rektor itu bukan dari IPDN," kata Benni.

"Tapi memang ada staf yang namanya Ashar itu di Dirjen Polpum. Nah itu yang tadi Pak Dirjen Polpum meminta klarifikasi secara internal Pak Akmal. Sejauh ini saya belum dapat hasil klarifikasi. Saya belum dapat update," imbuhnya.

Untuk diketahui, makalah program MBG itu disebut diajukan sebagai kandidat Nobel Perdamaian. Makalah ini viral di media sosial.

Salah satu akun yang mengunggah penggalan makalah di X adalah @Txtdariugm. "Nemu paper salah satu author-nya @prabowo paper-nya sebagai ajuan Program MBG untuk diajukan dalam Nobel Perdamaian 2026," cuit akun tersebut.

Artikel lainnya: Pasien Yurizal tunggu ruang rawat 8 jam sebelum meninggal, ini kata BPJS Kesehatan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait