Newscast.id - Beredar video potongan ucapan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, mengakui program Makan Bergizi Gratis (MBG) selalu mendapat sorotan dan kritik di media sosial.
Padahal, lanjut Sudaryono, kondisi di lapangan tidak menunjukkan masyarakat bermasalah dengan program MBG. Menurut-nya, sorotan yang ramai justru lebih terlihat di media sosial.
"Kenapa ramai? Satu, adalah ideologis, ini masalah urusan politik. Nomor satu. Yang ramein gurunya, yang ramein orang tua siswanya, yang ramein adalah wartawannya, yang ramein adalah orang-orang oknum yang LSM dan lain sebagainya, itu ideologis politis," kata Sudaryono melalui pernyataannya dari video di instagram @dardardar_30, dikutip Rabu, 16 September 2026.
"Saya bukan ngeluh, sekali lagi ini hanya cerita kondisi aja. MBG secara keseluruhan kalau anda lihat di bawah, itu orang itu nggak ada masalah sama MBG. Ini yang rame di sosmed," ujarnya.
Baca juga
Kepala SPPG Jati Karanganyar keracunan usai cicipi menu MBG yang diolah dapurnya
"Bayangkan, pasukan saya sendiri itu berkeluh kesah di sosmed, menambah negatif dari MBG. Tapi saya nggak peduli, karena disiplinnya memang harus ditegakkan," ujarnya.
Menurutnya, meski mendapat keluhan dari internal, pihaknya sudah menutup 2.000 dapur MBG yang dinilai bermasalah. Selain itu juga BGN menerapkan sanksi kepada pihak bermasalah lainnya.
"Saya baru tutup hampir 2.000 dapur kemarin, ya," ujarnya.
"Ini lagi, kalau ada lagi, semua, Pak Ketut, semua SPPG kepala dapur yang menyebabkan keracunan tidak boleh diperpanjang PPPK-nya," jelasnya.
"Jadi sudah ada ideologis politis, ada orang-orang di dalam BGN yang saya tertibkan ini juga komplain. Ditambah lagi, mohon maaf, ditambah lagi supplier-supplier ini komplain juga. Jadi, sempurnalah MBG ini," kata dia.
"Insyaallah mungkin dalam waktu yang tidak lama kita bisa redam ini semua persoalan dan masalah ini," ungkapnya.
Artikel lainnya: Resmi! Ini 24 hari libur nasional dan cuti bersama 2027, siapkan jadwal cuti
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News