Newscast.id - Dinas Kesehatan Sumatera Utara mengumumkan hasil uji laboratorium sampel makanan menu makan bergizi gratis (MBG) yang diduga menjadi biang keracunan siswa di Kabupaten Karo.
Pemeriksaan dilakukan terhadap 11 sampel sampel makanan dan muntahan siswa setelah kasus keracunan pada 13 Agustus 2026. Sampel diterima pada Jumat, 14 Agustus.
Hasilnya, ditemukan tiga jenis bakteri berbahaya yang ditemukan dalam sampel makanan tersebut dengan kadar yang melampaui ambang batas aman.
"Hasil laboratoriumnya sudah keluar. Kami sudah kirim hasilnya ke Dinas Kesehatan Kabupaten Karo,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan Sumatera Utara Hamid Rizal Lubis saat dikonfirmasi.
Baca juga
Siswi SMK di Karo hilang ingatan usai keracunan ikan tongkol MBG
Hasil pengujian menunjukkan empat sampel positif mengandung bakteri, berikut rinciannya:
- Nasi positif mengandung Bacillus cereus
- Dencis saus mengandung Staphylococcus aureus
- Melon positif Escherichia coli atau E. coli
- Bakteri Staphylococcus aureus ditemukan pada sampel muntahan salah seorang siswi.
”Itu permintaan pemeriksaan laboratorium dari Dinkes Karo. Kami sudah mendapat hasilnya dan menyampaikan secara resmi ke Dinkes Karo. Kalau detail penyampaian hasilnya, etisnya yang menyampaikan Dinkes Karo,” katanya.
Hamid menjelaskan, ini bukan sekadar bakteri biasa. Melainkan sudah pada level yang membahayakan kesehatan.
“Bakteri itu memang secara alami ada di mana-mana, termasuk di dalam makanan. Tetapi menjadi berbahaya ketika jumlah atau volumenya sudah melebihi ambang batas atau standar yang ditentukan,” ujar Hamid.
“Ketiga bakteri itu dinyatakan berbahaya karena sudah melampaui ambang batas yang ditentukan. Ada ukuran dan standar tertentu untuk menentukan kapan bakteri tersebut dapat membahayakan atau menyebabkan keracunan,” jelasnya.
Artikel lainnya: Geger buku 'Islam Ala Prabowo', ini bocoran isinya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News