Newscast.id - Sebuah video yang memperlihatkan emak-emak protes paket Makan Bergizi Gratis (MBG) viral di media sosial. Mereka marah gegara menemukan menu telur yang diterima masih ada kotoran ayam di cangkangnya.
Dalam rekaman video itu terlihat tangan seorang wanita memegang telur rebus sambil memberikan penjelasan. Telur itu terlihat kotor di cangkangnya yang diduga adalah kotoran ayam.
"Sebelumnya minta maaf ya... Bukan bermaksud kami selalu komplain dan tidak bersyukur. Tapi hari-hari sudah di komplain tapi tidak lebih baik," ucap wanita yang tidak memperlihatkan wajahnya itu dilihat Jumat, 27 Februari 2026.
"Apa bener, saya salah setelah aku foto kok ada hitam-hitam apa. Aku keluarkan tak pikir endok (telur) mentah. Kalau mentah ndak papa aku cuci masih ada tai (kotoran). Aku cuci kalau belum masak dan sekarang aku buka ternyata endok (telur) matang dan tainya (kotorannya) bes ..allahuakbar audzubillahiminasyaitonirojim," bebernya.
Baca juga
Viral menu MBG buah kelapa dan telur mentah di Pamekasan Madura
"Sedangkan tahi ayam ini haram. Haram jadi kalau kita masak harus dicuci dulu biar gak kena tahinya walau meski digoreng," kata Tri.
"Allahuakbar masyaallah. Maaf ya sekali lagi maaf dan bukan tidak bersyukur dan maaf sekali lagi. Diberi gratis kok komplain. Bukan begitu konsepnya," umpat wanita itu dengan nada keras.
Menu MBG itu diterima siswa di Desa Lembeyan Wetan, Magetan, Jawa Timur. Namun, pengunggah video tak membocorkan nama sekolah anaknya yang menyajikan menu MBG itu.
"Hari ini tadi MBG-nya. Mohon jangan sebut nama SD ya karena SPPG yang tanggung jawab," jelasnya.
Baca juga
PDIP bongkar APBN: Rp223 triliun dana MBG diambil dari anggaran pendidikan
Selain di Magetan, kejadian serupa juga terjadi di Tulungagung, Jawa Timur. Temuan ini terjadi di salah satu sekolah dasar.
Ketua Satgas MBG Tulungagung, Bagus Kuncoro melaporkan keluhan tersebut ke Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Tulungagung.
"Kita laporkan ke korwil BGN Tulungagung," kata Bagus.
Salah seorang warga bernama Herlambang, mengatakan menu telur yang masih ada kotoran ayam itu diterima keponakannya pada Kamis, 26 Februari. Selain telur, keponakannya juga menerima menu seperti roti, susu, dan salad buah.
"Tapi telur yang diberikan masih ada kotoran ayamnya. Bagaimana ini, masak telur seperti ini diberikan kepada anak-anak, apa tidak cuci," kata Herlambang.
"Tolong pihak SPPG lebih memperhatikan lagi terhadap menu yang disajikan. Kalau hal seperti ini dibiarkan maka program pemerintah pusat terkesan gagal. Di atas tujuannya baik, namun pelaksanaannya seperti ini," ujarnya.
Artikel lainnya: 2 Advokat gugat UU Pemilu, minta MK larang keluarga presiden maju pilpres
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News