Tragedi sekeluarga tewas misterius saat kemping di Temanggung, ini kronologinya

  • Arry
  • 29 Mei 2026 16:43
Ilustrasi tenda kemping(@ScottGoodwill/unsplash)

Newscast.id - Sekeluarga yang terdiri dari empat orang ditemukan meninggal secara misterius saat kamping di tempat wisata di wilayah Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Begini kronologi kasus tersebut.

Identitas empat orang sekeluarga itu adalah Muhammad Ali Munawar (52), Maghfirah (43), Alvino Evan Hakim (16), dan Bagas Amar Hakiki (21). Seluruh korban adalah warga Desa Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah (Jateng), Kombes Artanto, menjelaskan, sekeluarga itu tiba di lokasi kemping pada Selasa, 26 Mei malam. Mereka mengendarai mobil Honda Jazz RS.

"Awal mula kejadian yaitu pada Hari Selasa tanggal 26 Mei 2026 sekira pukul 21.05 WIB datang satu rombongan yang terdiri dari empat orang yang mengendarai satu unit Honda Jazz RS GK 5 warna putih dengan nopol H 1609 PT," kata Artanto dalam pesan tertulis.

Baca juga
Sekeluarga Terjun dari Lantai 22 Apartemen Teluk Intan, Polisi Usut Motif Utang

Menurutnya, keluarga itu sampai di tendanya pukul 21.30 WIB. Berikut kronologi selanjutnya:

Rabu, 27 Mei 2026

Pukul 09.00 WIB
Keesokan harinya, pada Rabu, 27 Mei, sekitar pukul 09.00 WIB, keluarga tersebut tidak merespons kedatangan petugas yang mengantar sarapan.

"Sekira pukul 09.00 WIB, saksi 2 mengantarkan makan pagi sambil mengatakan 'sarapannya, Pak'. Namun, tidak ada jawaban dari dalam tenda," ujar Artanto.

Pukul 11.30 WIB
Siangnya, saksi tersebut kembali mendatangi tenda kamping itu untuk membersihkan lokasi.

"Sekira pukul 11.30 WIB, saksi 2 datang kembali ke tenda untuk melakukan bersih-bersih karena sudah mendekati waktu check out dan menyapa dari luar. Namun tidak ada jawaban," ucap Artanto.

Pukul 15.45 WIB
Sorenya, pukul 15.45 WIB, saksi lain mendatangi lokasi dan membuka tenda yang ditempati sekeluarga itu.

Baca juga
Sekeluarga Panik Ban Mobil Meledak Digigit Harimau di Taman Safari, Ini Kronologinya

"Setelah dibuka, saksi 1 melihat empat orang yang berada di dalam tenda tersebut dalam keadaan meninggal dunia," ungkap Artanto.

Kemudian saksi 1 memberitahu kru lainnya dan mengecek kembali ke dalam tenda tersebut untuk memastikan kondisi sekeluarga tersebut.

"Dan ternyata benar, empat orang yang berada di dalam tenda tersebut sudah dalam keadaan meninggal dunia," kata Artanto.

Polisi menemukan kondisi tenda yang ditempati para korban masih rapi. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Adapun tangan keempat korban dalam kondisi menggenggam.

"Dugaan awal disebabkan keracunan berdasarkan info awal dari tim medis dengan ciri ciri mulut berbusa dan juga hipotermia," ujar Artanto.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Temanggung Iptu I Komang Mahendra Deputra menduga sekeluarga itu keracunan. SUmbernya dari makanan yang mereka bawa sendiri

"(Ada dugaan keracunan) Kalau indikasi awal, kemungkinan (keracunan)," kata Komang Mahendra Deputra kepada wartawan.

"Barbeque yang dibawa sendiri oleh korban. Kemungkinan dari makanan yang dibawa korban sendiri," sambungnya.

Komang menjelaskan, sampel makanan berupa barbeque sedang dicek di Laboratorium Forensik Polda Jateng.

"Kalau untuk dugaan kami belum berani mengkonfirmasi karena kami masih melaksanakan pemeriksaan autopsi dan pemeriksaan makanan dari Laboratorium Forensik Polda Jateng," tegasnya.

Keterangan kerabat

Diana, salah satu kerabat korban mengatakan, keluarga Ali pergi ke Temanggung usai berbuka puasa pada malam takbir Iduladha, Selasa, 26 Mei.

"Malam takbir habis buka puasa ke Temanggung," kata Diana yang merupakan sepupu Maghfirah.

"Nggak bilang ke mana, cuma mau pergi jalan-jalan," ujar dia.

"Biasanya kalau Iduladha tutup warungnya, nggak jualan. Biasanya ada agenda jalan-jalan kalau Iduladha," sebutnya.

"Biasanya bareng-bareng keluarga besar sama kita-kita (berwisata). Tapi waktu kemarin punya acara masing-masing," kata dia.

Kini empat orang yang merupakan satu keluarga itu telah dimakamkan di Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang pada Kamis, 28 Mei sore.

Artikel lainnya: Pulau Katang di Kepri dijual Rp65 miliar di media sosial

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait