Awal Mula 1 Muharram Jadi Tahun Baru Islam: Ini Sejarah dan Keutamaannya

  • Arry
  • 19 Juli 2023 12:23
Ilustrasi Tahun Baru Islam 1 Muharam(@noumanyounas/unsplash)

1 Muharram adalah tanggal untuk menandai dimulainya tahun baru dalam kalender hijriah. Tahun Baru Islam 2023 atau 1 Muharram 1445 Hijriah jatuh pada 18 Juli 2023.

Bagaimana awal mula 1 Muharram menjadi tanda tahun baru Islam. Simak selengkapnya.

1 Muharram adalah dimulainya hijrah Nabi Muhammad SAW dari Kota Mekkah ke Madinah. Perjalanan ini terjadi pada 622 masehi.

Kata Muharram memiliki arti 'Dilarang'. Maksudnya, sebelum Islam datang, bulan Muharram ini juga sudah dikenal sebagai salah satu bulan yang dimuliakan masyarakat Arab Jahiliyah.

Berdasarkan kitab Fathul-Baari, Ibnu Hajar mengungkapkan kalender Islam ini dimulai saat Gubernur Abu Musa Al-Asyari berkirim surat ke Umar Bin Khattab pada tahun 17 Hijriah. Dia bingung karena surat yang tidak memiliki penanggalan yang jelas.

Baca juga
Kenapa Umat Islam Wajib Puasa di Bulan Ramadan? Ini 5 Alasannya

Hal itu karena umat Islam masih mengadopsi penanggalan dari peradaban Arab pra-Islam. Yakni hanya menuliskan tanggal dan bulan saja. Pencantuman tahun didasarkan peristiwa yang terjadi saat itu saja. Misalnya saat Nabi Muhammad SAW lahir maka disebut sebagai Tahun Gajah, karena saat itu terjadi sebuah peristiwa penyerbuan pasukan bergajah ke Mekkah untuk menghancurkan Kakbah.

Kebiasaan inilah yang membuat Gubernur kesulitan saat melakukan pengarsipan dokumen. Atas dasar keresahan itu, muncul ide untuk menetapkan kalender Islam.

Khalifah Umar kemudian mengundang Ali bin Abi Thalib, Abdurrahman bin Auf RA, Utsman bin Affan, Zubair bin Awwam RA, Sa'ad bin Waqqas, serta Thalhah bin Ubaidillah untuk membahas penyusunan kalender Islam.

Saat itu ada sejumlah usulan. Pertama, kalender Islam dimulai pada tahun Gajah, yakni saat Nabi Muhammad SAW lahir. Ada pula yang mengusulkan tahun wafat hingga tahun pengangkatan Rasulullah sebagai awal tahun hijriah.

Baca juga
1 Muharam 2022, 4 Alasan Kenapa Nabi Muhammad Hijrah ke Kota Madinah

Saat itu, Ali bin Abi Thalib kemudian mengusulkan agar awal mula kalender Islam dimulai pada peristiwa Rasulullah SAW hijrah dari kkota Mekkah ke Madinah.

Sebab, peristiwa itu dinilai sebagai peristiwa besar bagi Islam. Sebab saat itu sebagai simbol perpindahan masa jahiliyah ke masyarakat madani. Usulan ini pun disepakati.

Pembahasan kemudian berlanjut penentuan bulan pertama di tahun hijriah. Ada yang mengusulkan agar bulan Rabiul Awwal sebagai awal bulan tahun Hijriah, hal ini dikarenakan Rasulullah hijrah pada bulan tersebut. Usulan ini ditolak.

Khalifah Umar kemudian memilih bulan Muharam sebagai bulan pertama tahun Hijriah. Usulan ini kemudian didukung Utsman bin Affan. Alasannya, Muharram merupakan awal Nabi Muhammad SAW berencana melakukan hijrah, meski pada akhirnya hijrah dilakukan di bulan Rabi'al-Awwal.

Akhirnya disepakati Muharam sebagai bulan pembuka dalam tahun Hijriyah.

Baca juga
Mengulik Rute Hijrah Nabi Muhammad SAW ke Yatsrib

Keutamaan Bulan Muharram

1. Bulan yang mulia

Muharam merupakan salah satu bulan yang dimuliakan, bahkan sebelum datangnya Islam. Sebab di bulan ini ada sebuah larangan tak ter tulis untuk melakukan perbuatan zalim baik untuk diri sendiri maupun orang lain, seperti peperangan.

Penjelasan mengenai Muharram sebagai bulan mulia tersirat dalam firman Allah surah at-Taubah: 36.

"Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauh Mahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram....."

2. Anjuran Puasa Tasu'a dan Asyura di Bulan Muharram

Pada bulan Muharam ini juga ada anjuran agar melaksanakan puasa Tasu'a dan Asyura.

Hal ini seperti dalam hadis riwayat Imam Muslim:

"Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, Muharram." (HR. Muslim)

Sementara anjuran puasa dua hari di bulan Muharram ini didasarkan pada sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh sahabat Ibnu Abbas ra.

"Ketika Rasulullah SAW berpuasa pada hari 'Asyura dan menyuruh para Sahabatnya juga berpuasa, maka mereka berkata: 'Wahai Rasulullah SAW, hari Asyura itu hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani.' Maka Rasulullah SAW bersabda: 'Kalau demikian, Insya Allah tahun depan kita berpuasa pada hari yang kesembilan." (HR. Muslim dan Abu Dawud).

Demikian sejarah 1 Muharam sebagai awal dari Tahun Baru Islam serta keutamaan bulan Muharam.

Artikel lainnya: Pengguna Instagram Kini Dapat Membeli Centang Biru: Ini Harga, Syarat dan Cara Beli

 

Related Articles

Berita Terpopuler

Berita Pilihan