Viral wanita cantik nyamar jadi pramugari Batik Air, ini motifnya
- Arry
- 8 Januari 2026 12:45
Newscast.id - Seorang wanita muda bernama Khairun Nisa (23) atau akrab disapa Nisya tertangkap basah menyamar sebagai pramugari maskapai Batik Air. Aksinya akhirnya terbongkar dan terungkap motifnya.
Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat Nisya menuju pesawat layaknya seorang pramugari. Dia mengenakan seragam Batik Air, rambutnya dicepol rapih, dan membawa koper serta dua tas.
Nisya bahkan lolos saat melintasi fast track atau jalur khusus awak kabin dan pramugari yang akan bertugas di pesawat.
Aksi Nisya ini berakhir saat pesawat mendarat di Bandara Soekarno Hatta. Petugas Avsec Bandara langsung mengamankan Nisya.
Baca juga
Pramugari Ini Sarankan Penumpang Pesawat Boarding Paling Akhir, Ada Keuntungan Ganda
Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno Hatta, Kompol Yandri Mono, mengungkapkan peristiwa ini terjadi pada Selasa, 6 Januari 2026 malam. Aksi Nisya terbongkar usai kru pesawat mencurigai perbedaan pada seragam yang dipakainya.
"Kru pesawat curiga, kok ini ada pramugari Batik Air, menggunakan pakaian mirip pramugari, tapi coraknya beda," kata Kompol Yandri Mono saat dikonfirmasi, Kamis, 8 Januari 2026.
“Setelah diinterogasi, memang bukan karyawan Batik Air. Kemudian dibawa ke Polres," kata Yandri.
Tak ditahan dan berakhir damai
Saat diperiksa, Nisya mengaku tidak berniat melakukan kejahatan. Dia sengaja mengenakan seragam pramugari Batik Air karena ada rasa malu kepada keluarga.
Menurut pengakuannya, Nisa sempat merantau ke Jakarta dengan harapan dapat bekerja sebagai pramugari. Namun, dia gagal lolos dalam seleksi.
Baca juga
Viral Batik Air Mendarat Miring di Bandara Soetta, Ini Penjelasan Maskapai
Tak ingin mengecewakan keluarganya, wanita asal Palembang itu nekat mengaku telah diterima dan bahkan sudah bekerja di maskapai tersebut.
"Dulu merantau dari Palembang ke Jakarta minta izin ke keluarga untuk lamar kerja sebagai pramugari, namun gagal. Karena malu, yang bersangkutan tetap ngaku ke keluarga telah diterima dan bekerja di Batik Air, faktanya tidak," jelas Yandri.
Saat hendak kembali ke Jakarta dari Palembang, Nisya sudah mengenakan seragam pramugari dari rumahnya. Mulanya dia berniat mengganti pakaiannya setiba di bandara.
Namun, saat tiba di bandara, waktu keberangkatan sudah mepet. Dia pun tak sempat sempat berganti pakaian dan akhirnya tetap mengenakan seragam tersebut saat terbang.
"Kemarin malam sudah diserahkan kepada pihak yang dianggap keluarga oleh yang bersangkutan," ujarnya.
Yandri menjelaskan, selama pemeriksaan, pihaknya tidak menemukan indikasi tindak pidana yang dilakukan Nisya. Selain itu, pihak Batik Air juga tidak melanjutkan proses hukum dan memilih menyelesaikan persoalan dengan kesepakatan damai.
“Batik Air tidak melakukan penuntutan. Namun bersangkutan membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya dan menyita semua atribut Batik Air yang dipakai,” ucap Yandri.
Artikel lainnya: Ridwan Kamil bicara soal harta gono-gini dan hak asuh anak usai cerai dengan Atalia