Pemprov DKI Jakarta bongkar tiang monorel mangkrak: dana Rp254 juta, September usai
- Arry
- 14 Januari 2026 14:43
Newscast.id - Pemprov DKI Jakarta mulai membongkar tiang monorel yang berada di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Pembongkaran diperkirakan rampung pada September 2026.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan ada 109 tiang monorel yang akan dibongkar. Anggaran pembongkaran ini diperkirakan mencapai Rp254 juta.
“Ada 109 tiang monorel sampai ujung Jalan Rasuna Said. Yang di jalan ini sampai dengan Gran Melia Hotel. Semuanya akan ditata rapi. Saya meyakini ini akan membuat Jalan Rasuna Said semakin baik dan mudah-mudahan kemacetan juga akan berkurang,” kata dia saat meninjau lokasi, Rabu, 14 Januari 2026.
“Untuk biaya pembongkarannya sendiri 254 juta. (Selesai) bulan September,” ujarnya.
Selain melakukan pembongkaran tiang monorel, Pemprov DKI Jakarta juga akan menata ulang kawasan Kuningan, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Penataan ulang ini diperkirakan menghabiskan dana Rp102 miliar.
“Untuk penataan secara keseluruhan nanti ada pedestrian, saluran trotoar, penerangan jalan umum, sarana kelengkapan lainnya, dan juga tentunya estetika dari taman yang ada. Diperkirakan Rp 102 miliar,” sambung dia.
“Secara khusus saya berterima kasih kepada Kajati DKI Jakarta yang telah memberikan support sepenuhnya untuk melakukan penataan Jalan Rasuna Said ini dan juga KPK,” ucap Pramono.
“Karena pada waktu itu, secara khusus saya juga melaporkan kepada KPK, supaya tidak ada permasalahan di kemudian hari,” tambahnya.
Untuk diketahui, tiang monrel ini rencananya akan digunakan untuk moda transportasi monorail di Jakarta. Pembangunan dilakukan pada era Gubernur Sutiyoso pada 2004. Proyek ini digadang-gadang akan mengurangi kemacetan di kawasan pusat bisnis segitiga emas.
Namun, proyek monorail ini tak ada kejelasan. Sementara pihak pengembang sudah membangun 109 tiang monorel. Akhirnya, sejak saat itu, tiang-tiang ini mangkrak dan hanya mempersempit jalan dan mengganggu keindahan kota.
Kegagalan proyek ini dipicu sejumlah masalah, mulai soal pendanaan hingga sengketa kontrak yang berkepanjangan antara PT Jakarta Monorail dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Dalam perjalanan waktu, Pemprov DKI Jakarta justru membangun LRT atau Light Rail Transit, ketimbang melanjutkan proyek monorail yang mangkrak.
Artikel lainnya: Viral perbedaan jalan di perbatasan Banten-Jabar: tanah merah vs aspal hitam