Newscast.id - Presiden Prabowo Subianto dikabarkan siap terbang ke Iran untuk mengambil peran dalam peran antara Iran dan Amerika Serikat-Israel. Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla pun memberikan respons.
Kalla menilai, niat Prabowo untuk mendamaikan konflik yang terjadi di Timur Tengah pada dasarnya baik. Namun, persoalan yang dihadapi jauh lebih kompleks dan melibatkan dinamika geopolitik yang besar.
“Ya niat, rencana itu baik saja, tapi ini situasi yang jauh lebih besar masalahnya,” kata Jusuf Kalla di Jakarta, Minggu, 1 Maret 2026.
JK menjelaskan, konflik di Timur Tengah saat ini bukan hanya soal Iran dan Amerika Serikat. Tetapi juga terkait dengan konflik Palestina–Israel yang hingga kini belum menemukan titik damai.
Baca juga
Kemlu: Prabowo siap ke Iran untuk fasilitasi dialog
“Palestina dengan Israel saja tidak bisa atau sulit didamaikan karena dunia ini sangat ditentukan oleh sifat Amerika,” katanya.
Jusuf Kalla pun menyinggung soal posisi Indonesia dalam hubungan bilateral dengan Amerika Serikat. Dia menilai ada perjanjian yang dinilainya tidak seimbang dan merugikan Indonesia.
“Sayangnya Indonesia telah mengadakan perjanjian yang tidak seimbang yang sangat merugikan Indonesia. Dari itu saja kita tidak setara Amerika bagaimana mendamaikan orang yang tidak setara dalam keadaan ini, dalam hal-hal seperti itu ya,” pungkas JK.
Artikel lainnya: Menag Nasaruddin Umar soal sebut 'meninggalkan zakat'
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News