Newscast.id - Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer atau Noel Ebenezer, memperingatkan Presiden Prabowo Subianto soal potensi gerakan massa seperti pada tahun 1998.
Hal ini disampaikan Noel usai divonis 4,5 tahun penjara kasus pemerasan di Kementerian Ketenagakerjaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta.
Noel mengeklaim sudah ada konsolidasi lintas elemen yang tengah bersiap memicu gerakan massa dalam waktu dekat. Diduga kasus besar ini akan pecah pada Juni-Juli 2026.
"Saya coba ingatkan Pak Prabowo, dalam bulan Juni-Juli ini ada akan ada peristiwa besar, ada eskalasi politik yang ujungnya adalah menggulingkan pemerintahan Prabowo. Dan konsolidasi ini sudah selesai dan sudah matang. Konsolidasi sipil, konsolidasi mahasiswa, konsolidasi buruh, konsolidasi kelompok civil society dan semuanya. Tinggal satu, butuh satu pemicu," ungkap Noel.
Baca juga
Viral Beredar Koran 'Achtung' Sudutkan Prabowo, Isinya Singgung Kasus Penculikan 1998
"Dan '98 jilid 2 akan terjadi tidak lama lagi. Jika Pak Prabowo tidak peka terhadap kejadian ini," tegasnya.
Menurut Noel, pemicu dari gerakan tersebut dipicu dari sektor ekonomi yang tengah bergejolak. Mulai dari melemahnya nilai tukar rupiah hingga anjloknya indeks harga saham gabungan.
"Kita sudah lihat dolar semakin tinggi, Indeks Harga Saham Gabungan kita juga udah babak belur. Itu adalah salah satu indikator bahwa ke depan nanti ada gejolak sosial yang indikatornya adalah gejolak ekonomi," jelasnya.
Noel pun menyarankan agar Presiden Prabowo Subianto menata ulang barisan pendukungnya. Selain itu, Prabowo juga harus merangkul kekuatan politik yang memiliki loyalitas ideologis dan basis massa yang kokoh, ketimbang bergantung pada pihak yang pragmatis.
"Pak Prabowo harus mampu mencari kawan yang strategis dan kawan loyal. Pertama, kawan loyal dan partai loyal adalah partai PDI-P. Kedua, barisan Habib Rizieq yang hari ini luar biasa punya loyalitas kepemimpinannya dan PDI-P juga punya loyalitas ideologis," tutur Noel.
"Jangan cari partai yang ke sana ke mari dan jangan cari kawan yang hanya orientasinya jabatan dan uang. Kasihan Pak Prabowo, beliau orientasi kerakyatan udah luar biasa," pungkasnya.
Artikel lainnya: Dadan Hindayana Cs raup cuan miliaran rupiah per hari di kasus korupsi MBG
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News