Newscast.id - Iran mulai membahas pergantian kepemimpinan usai tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel.
Dilaporkan Al-Jazeera, Minggu, 1 Maret 2026, sebanyak 88 anggota Majelis Ahli (Assembly of Experts) akan berkumpul membahas siapa sosok yang cocok menggantikan Khamenei.
Sebelum wafat, Khamenei dilaporkan sudah menyiapkan empat nama penggantinya. Namun, nama-nama itu belum diungkap Majelis Ahli.
Dari nama-nama yang beredar, sejumlah tokoh yang cocok menggantikan Khamenei bermunculan. Mulai dari putra Khamenei, Mojtaba Khamenei; dan Hassan Khomeini yang merupakan cucu dari pendiri Republik Islam Iran, Ayatollah Ruhullah Khomeini.
Baca juga
Daftar pejabat Iran yang tewas: Khamenei dan keluarga hingga Kepala Garda Revolusi
Berikut 5 nama yang mencuat menjadi Pemimpin Tertinggi Iran terbaru:
Mojtaba Khamenei
Mojtaba Khamenei adalah putra kedua Ayatollah Ali Khamenei. Dia dikenal memiliki pengaruh besar dan mempnyai hubungan kuat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), serta pasukan paramiliter sukarelawan Basij.
Namun, suksesi langsung dari ayah ke anak ini kurang diterima di kalangan ulama Syiah Iran. Selain itu juga, Mojtaba juga bukan ulama berpangkat tinggi dan tidak memegang jabatan resmi dalam pemerintahan. Ia juga pernah dijatuhi sanksi oleh AS pada 2019.
Hassan Khomeini
Hassan Khomeini adalah cucu pendiri Republik Islam Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini. Saat ini dia menjabat sebagai pengelola makam Khomeini, namun tidak pernah memegang jabatan publik dan tampak memiliki pengaruh terbatas di kalangan elite penguasa.
Ayatollah Alireza Arafi
Ayatollah Alireza Arafi adalah seorang ulama yang memiliki rekam jejak di berbagai institusi pemerintahan dan dikenal sebagai orang kepercayaan Khamenei.
Saat ini Arafi menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Ahli dan pernah menjadi anggota Dewan Garda. Ia juga memimpin sistem pendidikan seminari Iran.
"Kesediaan Khamenei menunjuk Arafi ke posisi-posisi senior dan strategis menunjukkan bahwa ia memiliki kepercayaan besar terhadap kemampuan birokrasi Arafi," kata Alex Vatanka dari Middle East Institute, dikutip dari CNN.
Namun, Arafi memiliki kekurangan yakni tidak dikenal sebagai tokoh politik kelas berat dan tidak memiliki hubungan erat dengan lembaga keamanan.
Mohammad Mehdi Mirbagheri
Mohammad Mehdi Mirbagheri dikenal sebagai seorang ulama dan anggota Majelis Ahli. Dia mewakili sayap paling konservatif dalam lembaga keulamaan Iran. Saat ini, Mirbagheri memimpin Akademi Ilmu Pengetahuan Islam di Qom, Iran.
Hashem Hosseini Bushehri
Hashem Hosseini Bushehri adalah ulama senior Iran yang memiliki hubungan erat dengan lembaga pengelola kepemimpinan, khususnya Majelis Ahli. Saat ini dia menjabat sebagai wakil ketua pertama.
Bushehri disebut dekat dekat dengan Khamenei, namun memiliki profil rendah di dalam negeri dan tidak dikenal memiliki hubungan kuat dengan IRGC.
Artikel lainnya: Harga Pertamax naik mulai 1 Maret, ini rinciannya di seluruh SPBU Pertamina
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News