Alasan KPK periksa Dito: pergi ke Arab Saudi bareng Jokowi bahas tambahan kuota haji
- Arry
- 23 Januari 2026 22:14
Newscast.id - KPK memeriksa mantan Menpora Dito Ariotedjo terkait kasus korupsi kuota haji yang menyeret nama mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Ternyata ini alasan KPK.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan, pemeriksaan terhadap Dito untuk menelusuri asal usul penambahan kuota haji untuk Indonesia. Sebab, Dito ikut dalam rombongan Presiden Jokowi saat kunjungan ke Arab membahas persoalan tambahan kuota haji.
"Penyidik mendalami terkait dengan asal-usul pemberian tambahan kuota ibadah haji dari Pemerintah Arab Saudi kepada Pemerintah Indonesia," kata Budi di Jakarta, Jumat, 23 Januari 2026.
"Karena memang kami melihat Pak Dito ini bisa menerangkan apa yang dibutuhkan oleh penyidik. Karena memang Pak Dito pada saat itu ikut berangkat ke Arab Saudi bersama rombongan dari Pemerintah Indonesia," jelas dia.
Baca juga
Mantan Menpora Dito Ariotedjo diperiksa KPK soal Korupsi kuota haji
Kunjungan kerja Jokowi dan Dito terjadi pada 2023. Tambahan kuota haji itu didapat usai Jokowi melakukan pertemuan bilateral dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Muhammad bin Salman (MBS).
Keterangan Dito Ariotedjo
Usai diperiksa, Dito mengakui dicecar KPK terkait kunjungan kerja Presiden ke-7 RI, Jokowi, ke Arab Saudi. Menurutnya, kunjungan itu dilakukan dalam rangka menghadiri forum internasional dan mengadakan kerja sama bilateral dengan Arab Saudi.
"Secara garis besar, memang yang dipertanyakan, ditanyakan lebih detail saat kunjungan kerja ke Arab Saudi. Waktu itu saya mendampingi Bapak Presiden Jokowi dan tadi saya sudah menceritakan semuanya detail," ujar Dito usai diperiksa selama sekitar 3 jam.
"Jadi waktu itu ada tanda tangan MoU juga. Ah ini MoU-nya tadi saya bawa (menunjukkan dokumen berbahasa Arab ke wartawan). Untuk yang Kementerian Pemuda dan Olahraga. Kebetulan tidak hanya Kemenpora, ada beberapa kementerian dan lembaga lainnya," ujarnya.
"Setelah makan siang, waktu itu saya ingat betul ada pembahasan dari Perdana Menteri ini menawarkan kepada Indonesia apa saja yang harus dibantu," jelas Dito.
Baca juga
KPK ungkap peran eks Menag Yaqut Cholil di korupsi kuota haji
"Seingat saya itu bagian dari pembicaraan waktu itu lagi makan siang Presiden Jokowi dengan MBS. Itu sebenarnya tidak kuota spesifik, tapi pelayanan haji. Karena kan haji kita butuh banyak (kuota) kan," ungkap Dito.
"Itu yang disampaikan Bapak Presiden. Dan waktu itu saya ingat betul dari Prince MBS, Perdana Menteri itu semangat untuk semuanya ditindaklanjuti," katanya.
Dicecar soal mertua, bos Maktour Fuad Hasan
Dito juga mengakui dicecar terkait pemilik travel haji Maktour, Fuad Hasan Masyhur. Fuad diketahui adalah mertua Dito. Fuad pun kini sudah dicegah bepergian ke luar negeri.
"Ditanya aja Pak Fuad sebagai bapak dari istri saya sempat bertanya atau enggak, ya saya, saya sudah sampaikan. Cuma satu pertanyaan kok," ucapnya.
Dalam kasus Korupsi kuota haji, KPK sudah menetapkan dua tersangka. Mereka adalah mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, dan mantan staf khususnya yakni Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex.
Mereka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 UU Tindak Pidana Korupsi.
Artikel lainnya: Daftar 17 lokasi banjir di Bekasi, ketinggian air mencapai 1,5 meter