Pemerintah bayar utang Whoosh pakai APBN, bayar Rp1,2 triliun per tahun
- Arry
- 11 Februari 2026 11:34
Newscast.id - Pemerintah memastikan utang pembangunan Kerata Cepat Jakarta-Bandung Whoosh dibayar dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Besarannya Rp1,2 triliun per tahun.
“Iya (bayar utang Whoosh pakai APBN),” kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Jakarta, Selasa, 11 Februari 2026.
Meski demikian, Prasetyo menyatakan, pembayaran utang tersebut masih dalam proses pembicaraan teknis. Negosiasi pelunasan utang proyek Whoosh akan dipimpin CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani.
“Kemarin laporan terakhir rapat di Danantara Jadi masih ada finalisasi Sekarang proses negosiasi atau Pembicaraan teknisnya itu Langsung dipimpin oleh Pak Rosan sebagai CEO Danantara,” jelas Prasetyo.
Baca juga
Prabowo Mau Bayar Utang Whoosh Pakai Uang dari Koruptor
Mengenai utang Whoosh, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyatakan, pemerintah siap menanggungnya. Besarannya mencapai Rp1,2 triliun per tahun.
“Enggak usah khawatir apa itu ribut-ribut Whoosh. Saya sudah pelajari masalahnya, tidak ada masalah. Saya tanggung jawab nanti Whoosh semuanya,” kata Prabowo saat meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, Selasa, 4 November 2025.
Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya sudah menolak penggunaan APBN untuk pembayaran utang proyek Whoosh. Sebab, KAI saat ini sudah berada di bawah Danantara.
“Yang jelas saya sekarang belum dihubungi. Kalau di bawah Danantara mereka kan sudah manajemen sendiri, punya dividen sendiri yang rata-rata bisa (Rp) 80 triliun lebih, harusnya mereka sudah di situ jangan di kita lagi (Kemenkeu),” ujar Purbaya pada 12 Oktober 2025.
Untuk diketahui, total biaya proyek Whoosh mencapai US$7,27 miliar atau sekitar Rp120 triliun (kurs Rp16.570 per dolar AS). Angka ini termasuk pembengkakan biaya (cost overrun) senilai US$1,2 miliar atau Rp19,8 triliun.
Artikel lainnya: Terseret kasus pelecehan seksual, Mohan Hazian singgung kesalahan masa lalu