TNI Siaga I, Menhan Sjafrie: Itu bahasa prajurit, tak perlu khawatir
- Arry
- 12 Maret 2026 16:18
Newscast.id - TNI memberlakukan Siaga I untuk seluruh wilayah Indonesia. Kebijakan ini berlaku sejak 1 Maret 2026.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bicara soal perintah Panglima soal TNI Siaga I. Dia menegaskan, istilah itu adalah bahasa dari para prajurit.
"Siaga satu itu bahasa prajurit, ya. Tapi orang bisa mengartikan dalam bahasa politik. Jadi siaga satu itu dia harus selalu mengikuti perkembangan, baik itu yang ada di global, regional, maupun di nasional," kata Sjafrie di Jakarta, Kamis, 12 Maret 2026.
"Tetapi kesiagaan yang kita lakukan ini adalah bagian daripada geostrategi," imbuh Sjafrie.
Sjafrie menjelaskan, status Siaga I ini justru dapat membawa rasa tenang bagi masyarakat. Sebab, TNI berada dalam posisi kesiapan tertinggi untuk menjaga keamanan.
"Jadi masyarakat tidak perlu khawatir. Justru sebetulnya yang dibutuhkan masyarakat itu adalah aman dan nyaman," tutur dia.
"Jadi kesiagaan ini adalah untuk meyakinkan rakyat bahwa republik dalam keadaan aman dan tentunya harus nyaman dari segi sandang, pangan, dan papan," ucapnya.
"Biasa kalau tentara itu ada siaga bencana, ada siaga taktis, ada siaga strategis, gitu," pungkasnya.
Artikel lainnya: Mau mudik Jakarta-Surabaya via Tol Trans Jawa, siapkan saldo e-Toll segini