Prajurit TNI acak-acak warung di Kemayoran gegara QRIS, begini respons TNI

  • Arry
  • 6 Mei 2026 16:30
Anggota TNI merusak warung di Kemayoran, Jakarta Pusat(ist/ist)

Newscast.id - Sebuah video memperlihatkan keributan di sebuah warung di kawasan Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat. Anggota TNI diduga terlibat dalam keributan ini.

Dalam video yang beredar, awalnya terlihat aksi cekcok antara penjaga warung, yakni wanita serta pria, dan seorang pria yang mengenakan baju hitam dengan helm putih. Adu mulut itu memanas hingga adanya dugaan pemukulan yang dilakukan pria pembeli.

Pria pembeli itu menyerang wanita penjaga warung dengan melakukan pemukulan saat terjadi cekcok mulut. Tak hanya itu, pria itu kemudian menyerang pria penjaga warung yang mencoba melerai.

Tak selesai di situ, pria itu kemudian menghancurkan etalase warung menggunakan tabung gas melon. Lemari pendingin es krim turut dihancurkan. Di video selanjutnya, tampak terjadi keributan di antara sejumlah orang di warung tersebut.

Baca juga
Viral mobil dinas Jenderal TNI lawan arah, ini pembelaan TNI

Kadispenad Brigadir Jenderal TNI Donny Pramono buka suara setelah video itu ramai tersebar. Dia mengakui keterlibatan anggota TNI dalam peristiwa tersebut.

"Memang benar telah terjadi insiden keributan antara seorang prajurit TNI AD dengan warga sipil di lokasi tersebut," katanya dalam keterangan tertulisnya.

Menurut Kadispenad, peristiwa itu bermula dari kesalahpahaman antara anggota TNI dan ibu-ibu yang menjaga warung.

Saat terjadi cekcok, anggota TNI itu mengambil tabung elpiji 3 kg dan menghantamkannya berkali-kali ke etalase warung. Ujung dari percekcokan tersebut, anggota TNI dikabarkan terkena tusukan.

"Dalam peristiwa itu, justru prajurit TNI AD mengalami luka akibat penusukan oleh pemilik warung dan saat ini yang bersangkutan sedang mendapatkan penanganan medis di RS Hermina Kemayoran," katanya.

Baca juga
Inisial pelaku penyiram air keras ke Andrie Yunus versi polisi dan TNI kok beda?

"TNI AD memastikan bahwa setiap prajurit yang terlibat akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku apabila terbukti melakukan pelanggaran," katanya.

"Seluruh peristiwa ini saat ini telah ditangani oleh Polres Jakarta Pusat dan juga didalami oleh pihak terkait untuk memastikan fakta secara utuh. Saat ini situasi di lapangan sudah aman dan kondusif, serta kami juga terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian agar penanganan berjalan dengan baik," ujarnya.

Informasi yang dihimpun, peristiwa itu bermula saat anggota TNI itu membeli rokok. Saat akan membayar, dia menggunakan QRIS karena tidak membawa uang tunai.

Penjaga toko menjelaskan, adanya biaya administrasi Rp1.000 tiap transaksi menggunakan QRIS. Anggota itu mempertanyakan soal administrasi tersebut hingga berujung cekcok.

Artikel lainnya: KA Argo Bromo Anggrek ganti nama usai kecelakaan di Bekasi Timur

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait