Newscast.id - Anggota TNI yang tewas saat bertugas menjadi Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon atau UNIFIL bertambah menjadi tiga orang. Mereka tewas akibat diserang Israel.
Hal ini dikonfirmasi Wakil Sekretaris Jenderal untuk Operasi Perdamaian (United Nations Peacekeeping), Jean-Pierre Lacroix. Dia pun mengucapkan duka cita mendalam.
"Turut berduka cita sedalam-dalamnya kepada Pemerintah Indonesia dan keluarga dari tiga penjaga perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon yang tewas dalam dua hari terakhir saat menjalankan tugas #ServingForPeace di Lebanon Selatan," demikian pernyataan Jean-Pierre Lacroix, Selasa, 31 Maret 2026.
"UNIFIL saat ini sedang melakukan penyelidikan. Serangan terhadap penjaga perdamaian United Nations tidak dapat diterima dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang," jelasnya.
Baca juga
Indonesia kutuk serangan Israel di Lebanon yang tewaskan 1 anggota TNI
Insiden tewasnya tiga anggota TNI yang menjadi bagian pasukan perdamaian itu terjadi di dua lokasi berbeda. Pertama berada di Adchit Al Qusayr pada Minggu, 29 Maret. Insiden ini merenggut nyawa Prajurit Kepala (Praka) Farizal Rhomadhon dan melukai dua prajurit lainnya.
Peristiwa kedua terjadi di dekat Bani Hayyan pada 30 Maret. Dua anggota TNI tewas dalam insiden ini.
UNIFIL mengungkapkan, kendaraan yang ditumpangi Pasukan Perdamaian PBB itu hancur akibat ledakan yang belum diketahui sumbernya. UNIFIL belum mengungkap detail dan identitas korban.
Artikel lainnya: Daftar tarif listrik terbaru per 1 April 2026, ada kenaikan?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News