Kesal fotonya kerap diejek-dibuat stiker, pegawai bakar ruang rapat Diskominfo Kukar

  • Arry
  • 12 Agt 2026 17:16
Ilustrasi penangkapan(ist/ist)

Newscast.id - Seorang pegawai Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berinisial MA nekat membakar ruang rapat di kantornya. Kini dia ditangkap polisi.

"Betul, sejauh ini kita sudah melakukan penyelidikan, terus itu sudah mengamankan orang. Dia juga termasuk orang yang bekerja di Diskominfo," kata Kasat Reskrim Polres Kukar AKP Elnath Splendidta Wafiq Gemilang saat dikonfirmasi wartawan, Rabu, 12 Agustus 2026.

Elnath menjelaskan, MA bertugas sebagai operator call center Diskominfo Kukar. Dari pemeriksaan awal, aksi MA diduga dipicu persoalan antara dia dengan rekan kerjanya.

Saat diperiksa, MA mengaku kesal karena kerap dijadikan bahan ejekan rekan-rekan kerjanya. Bahkan dia beberapa kali difoto dan foto itu kemudian dijadikan stiker di WhatsApp Grup.

Baca juga
WhatsApp kini punya fitur Username, pengguna tak perlu bagi nomor HP buat chat

"Motifnya, dia pernah merasa kesal dengan lingkungan Diskominfo, karyawan lain, karena dirinya sering difoto, terus dimasukkan ke grup, dibuat bahan olokan, kemudian dijadikan stiker. Di-bully," jelas Elnath.

Elnath menjelaskan, MA diduga telah menyiapkan bensin sebelum melakukan aksinya. Persiapan ini dilakukan pada Selasa, 11 Agustus pagi sekitar pukul 06.00-07.00 Wita.

"Jadi beli bensin berupa Pertalite sekitar 30-40 liter, terus dibawa ke ruangan," ungkapnya.

Menurut Elnath, upaya pembakaran itu berhasil diantisipasi. Api yang muncul di ruang rapat langsung dipadamkan oleh pihak Diskominfo bersama petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar serta sejumlah karyawan.

Polisi telah mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut, termasuk galon yang digunakan untuk membawa bahan bakar.

Saat ini, polisi masih mengumpulkan keterangan dari pihak terkait. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan bagaimana rangkaian peristiwa hingga dugaan pembakaran tersebut terjadi.

Mengenai dugaan pemukulan terhadap MA saat diamankan, Elnath mengaku masih mengumpulkan informasi.

"Kalau pemukulan, ini belum kita dengar. Kita fokus dari pembakarannya saja. Kalau misalnya ada, mungkin karena emosi orang dari situ," ujarnya.

"Untuk saat ini kita masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman terhadap yang bersangkutan maupun saksi-saksi. Kita fokus mengungkap rangkaian kejadian dan motifnya," pungkas Elnath.

Artikel lainnya: Jaksa beber aliran dana korupsi kuota haji, eks Menag Yaqut terima Rp4,8 M!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait