Proyek sepatu Sekolah Rakyat Rp27 M, dihargai Rp700 ribu padahal cuma Rp100 ribuan

  • Arry
  • 5 Mei 2026 10:24
Sekolah Rakyat Kementerian Sosial(kementerian sosial/kemensos.go.id)

Newscast.id - Proyek pengadaan sepatu untuk Sekolah Rakyat menjadi sorotan. Proyek itu dianggarkan Rp27 miliar oleh Kementerian Sosial.

Proyek ini disorot lantaran harga satuan sepatu Sekolah Rakyat mencapai Rp700 ribu per pasang. Padahal harga satuannya hanya Rp179 ribu.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul klarifikasi soal pengadaan sepatu Sekolah Rakyat yang mencapai Rp27 miliar dengan harga sepatu Rp700 ribu per pasang. Dia mengklaim angka tersebut hanya perencanaan awal dan belum final.

"Jadi gini, setiap anggaran itu kan direncanakan sebelumnya ya. Direncanakan dan nanti tentu ada proses pengadaan. Nah proses pengadaan ini dilelang secara terbuka dan nanti hasilnya pasti lebih murah dari perencanaannya," kata Gus Ipul dalam keterangan kepada wartawan.

"Jadi kalau sekarang disebut Rp700 ribu ya, nanti bisa hasilnya jauh di bawah itu," ucapnya.

Baca juga
Motor listrik Rp43 juta mirip motor buatan China Rp10 jutaan, ini respons BGN

Gus Ipul tidak merinci teknis lelang proyek sepatu tersebut. Namun dia menyatakan telah mewanti-wanti seluruh jajaran di Kemensos agar tidak melakukan penyimpangan dalam menjalankan program prioritas Presiden tersebut.

"Saya sudah pastikan kepada teman-teman yang punya tanggung jawab pengadaan barang dan jasa di Kementerian Sosial untuk tidak main-main, untuk tidak melakukan penyimpangan dalam rangka melaksanakan program Presiden ini," ujarnya.

"Ini sungguh-sungguh saya harapkan benar-benar dilaksanakan dengan baik. Saya sudah sampaikan kepada para penanggung jawab, tidak boleh ada lobby, tidak boleh ada titipan, tidak boleh ada rekayasa, tidak boleh ada hal-hal yang menyimpang dalam proses pengadaan. Tidak hanya yang Sekolah Rakyat, tapi seluruh pengadaan di Kementerian Sosial," katanya.

"Mari kita belajar kepada hal-hal yang tidak baik di masa lalu. Kita jadikan pelajaran dan ke depan ini kita harus benar-benar bersih dari korupsi," ujarnya.

Baca juga
Geger pengadaan IT 'ghoib' Rp1,2 T di BGN, bos MBG buka suara

"Kalau terjadi pelanggaran, kalau terjadi manipulasi, kalau ada kongkalikong. Saya dan Pak Wamen sudah berkomitmen akan menjadi pihak pertama yang melaporkan teman-teman di Kementerian Sosial yang main-main dengan pengadaan barang dan jasa," ucapnya.

Sementara itu, pemilik brand sepatu lokal Stradenine asal Surabaya, Reynaldi Daud, buka suara. Hal ini lantaran produk sepatu miliknya dikaitkan dengan sepatu Sekolah Rakyat.

Dia mengklaim tidak pernah terlibat dalam proyek pengadaan sepatu Sekolah Rakyat. Dia juga menyatakan, produk sepatunya dibanderol dengan harga Rp179 ribuan.

"Foto produk yang beredar di pemberitaan memang merupakan salah satu artikel kami, dengan harga Rp179.900. Stradenine tidak pernah terlibat, mengetahui, atau menerima pesanan secara langsung dalam pengadaan sepatu yang sedang diberitakan," kata Reynaldi dikutip dari akun X @reynaldi_daud.

"Dan semua sepatu Stradenine dapat dimiliki dengan harga dari Rp100.000-an sampai dengan Rp300.000-an per pasang," pungkasnya.

Artikel lainnya: Dikabarkan masuk rumah sakit, Purbaya: tapi keluar lagi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait