Hemat BBM, Pemerintah siapkan kebijakan WFH 1 hari dalam sepekan usai Lebaran
- Arry
- 19 Maret 2026 22:25
Newscast.id - Pemerintah menyiapkan kebijakan fleksibilitas work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN), swasta, dan pemerintah daerah. Kebijakan ini untuk menekan pengeluaran energi akibat naiknya harga minyak imbas perang di Timur Tengah.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, kebijakan WFH 1 hari ini dibahas dalam rapat dengan Presiden di Istana Negara, pada Kamis, 19 Maret 2026.
"Dengan tingginya harga minyak, perlu efisiensi waktu kerja. Ini diharapkan tidak hanya untuk ASN, tetapi juga swasta dan Pemda," ujar Airlangga.
Baca juga
Pemerintah efisiensi anggaran dampak perang, dana MBG dan Kopdes aman
Airlangga menjelaskan, kebijakan WFH 1 hari ini bertujuan untuk menekan konsumsi bahan bakar dan mobilitas pekerja. Selain itu, kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi sekitar seperlima penggunaan energi yang biasa dikeluarkan.
"Baik karena itu ada penghematan, dari segi penggunaan mobilitas dari bensin. penghematannya cukup signifikan 1/5 dari apa yang biasa kita keluarkan," katanya.
Selain WFH, rapat juga membahas efisiensi K/L untuk menjaga defisit APBN tetap di bawah 3 persen, peningkatan produksi batubara, dan konversi pembangkit listrik tenaga diesel menjadi solar.
"Nanti kita lihat situasi harga minyak, situasi perang, jadi kita ikuti situasinya," katanya.
Artikel lainnya: Hasil sidang isbat 1 Syawal 1447 H: Idulfitri jatuh 21 Maret 2026