Pemerintah izinkan harga tiket pesawat naik 9-13 persen
- Arry
- 6 April 2026 21:31
Newscast.id - Pemerintah menyatakan harga tiket pesawat domestik akan mengalami kenaikan 9-13 persen. Kenaikan ini akibat naiknya biaya bahan bakar avtur pesawat.
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan, harga avtur mengalami kenaikan di sejumlah negara. Dia mencontohkan, di Thailand harga avtur mencapai Rp29.518 per liter, Filipina Rp25.326 per liter, dan Indonesia sudah menembus Rp23.551 per liter.
Menurut Airlangga avtur berkontribusi pada 40 persen biaya operasional maskapai dan biayanya dikenakan oleh maskapai kepada pelanggan.
"Fuel surcharge kemarin sudah naik 10 persen berbasis daripada angka batas atas tarif di tahun 2019, kemudian disesuaikan lagi menjadi 38 persen, di mana ini sama untuk jet maupun propeller," kata Airlangga di Jakarta, Senin, 6 April 2026.
Baca juga
Beredar isu harga BBM Pertamax naik jadi Rp17.850 per liter, ini kata Pertamina
Airlangga menjelaskan, fuel surcharge untuk pesawat jet sebelumnya dikenakan 10 persen dan propeller 25 persen. Namun kini disesuaikan kembali menjadi jet sekitar 28 persen dan propeller 13 persen. Namun, kenaikan tarif tiket pesawat akan ditekan hanya 9-13 persen saja.
"Untuk menjaga kenaikan harga tiket domestik agar tetap terjangkau oleh masyarakat, maka pemerintah menjaga kenaikan harga tiket hanya di kisaran 9-13 persen," tegas Airlangga.
"Dengan perhitungan tersebut, jumlah subsidi yang kita berikan oleh pemerintah itu sekitar Rp 1,3 triliun per bulannya. Jadi kalau kita persiapkan untuk 2 bulan maka ini Rp 2,6 triliun agar harga tiket naiknya maksimum di 9-13 persen," jelasnya.
Selain itu, lanjut Airlangga, kebijakan lain yang dilakukan adalah memberikan relaksasi payment system bagi PT Pertamina (Persero) selaku badan usaha penyalur avtur. Nantinya, Pertamina akan mengikuti mekanisme pembayaran dengan maskapai dengan term of condition secara business to business (B2B).
Sementara itu untuk menjaga dan meningkatkan daya saing ekosistem industri penerbangan, pemerintah juga memberikan insentif penurunan biaya masuk untuk suku cadang pesawat menjadi 0 persen.
"Jadi suku cadang pesawat itu diberikan biaya masuk 0 persen sehingga diharapkan bisa juga menurunkan biaya operasional daripada maskapai penerbangan," kata Airlangga.
Artikel lainnya: Bakal dipolisikan, Rismon bantah tuding JK bohir isu ijazah palsu Jokowi: Rekayasa AI