Newscast.id - Media sosial dihebohkan dengan kabar kenaikan harga bahan bakar nonsubsidi mulai April 2026. Untuk harga BBM jenis Pertamax atau RON 92 naik Rp5.550 menjadi Rp17.850 per liter.
Dalam informasi yang beredar, disebutkan kenaikan juga berlaku untuk Pertamax Green yang menjadi Rp19.150, Pertamax Turbo naik menjadi Rp19.450 per liter.
Selain itu, harga Pertamina Dex naik menjadi Rp23.950 per liter, dan harga Dexlite naik menjadi Rp23.650 per liter. Kedua BBM ini naik sekitar Rp9.450 per liter.
Kenaikan dikaitkan dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, dari Rp16.819 menjadi Rp16.877 per dolar AS. Selain itu, kenaikan ini juga dipicu lonjakan harga indeks pasar (HIP) BBM RON 92 yang mencapai 120 dolar AS per barel dari sebelumnya 73,91 dolar AS per barel.
Baca juga
Harga Pertamax naik mulai 1 Maret, ini rinciannya di seluruh SPBU Pertamina
Pertamina buka suara soal kabar kenaikan harga BBM yang beredar ini. Pertamina menegaskan, saat ini belum ada keputusan resmi terkait kenaikan harga Pertamax untuk periode April 2026.
“Hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026,” ujar kata Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, dalam keterangannya, Senin, 30 Maret 2026.
Baron menegaskan, informasi yang beredar belum dapat dipastikan kebenarannya. Oleh karena itu, dia mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Menurutnya, masyarakat sebaiknya hanya merujuk pada kanal resmi Pertamina untuk mendapatkan informasi terkait harga BBM.
“Dengan demikian, informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Pertamina menegaskan, seluruh angka yang beredar saat ini hanya spekulasi dan belum berdasarkan keputusan resmi pemerintah maupun perusahaan.
Pertamina juga mendukung imbauan pemerintah agar masyarakat menggunakan energi secara bijak dan efisien.
Ke depan, masyarakat diharapkan lebih selektif dalam menerima informasi, terutama terkait harga BBM, serta selalu memantau pengumuman resmi dari Pertamina guna menghindari kesalahpahaman.
Artikel lainnya: Geger videografer Amsal Sitepu dituduh korupsi Rp202 juta atas jasa bukin profil desa
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News