Krisis BBM gegara perang AS-Israel vs Iran, Filipina umumkan darurat energi

  • Arry
  • 25 Mar 2026 12:09
Filipina(@iammyk/unsplash)

Newscast.id - Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr., mengumumkan keadaan darurat energi nasional. Status ini sebagai respons terhadap konflik Timur Tengah yang terus berlangsung.

Marcos menyatakan, konflik itu telah menjadi sebuah "bahaya yang mengancam" pasokan energi negara. Keputusan ini pun membuat Filipina sebagai negara pertama di dunia yang mendeklarasikan status darurat imbas krisis BBM global akibat perang Israel-AS terhadap Iran.

Dilaporkan The Edge, Marcos mengatakan telah membentuk sebuah komite untuk memastikan pergerakan, pasokan, distribusi, dan ketersediaan bahan bakar, makanan, obat-obatan, produk pertanian, dan barang-barang penting lainnya secara tertib.

Marcos menyatakan, konflik di Timur Tengah telah menciptakan ketidakpastian di pasar energi global, gangguan rantai pasokan yang parah, dan volatilitas serta tekanan kenaikan yang signifikan pada harga minyak internasional, "sehingga menimbulkan ancaman terhadap keamanan energi negara".

Baca juga
Media Israel sebut AS umumkan 9 April jadi akhir perang kontra Iran

"Deklarasi keadaan darurat energi nasional akan memungkinkan pemerintah... untuk menerapkan langkah-langkah responsif dan terkoordinasi berdasarkan undang-undang yang ada untuk mengatasi risiko yang ditimbulkan oleh gangguan dalam pasokan energi global dan ekonomi domestik," katanya pada Selasa, 24 Maret 2026.

Deklarasi krisis ini akan berlaku berlaku selama satu tahun. Imbasnya, akan memberi wewenang kepada pemerintah untuk mengadakan pengadaan bahan bakar dan produk minyak bumi yang dibutuhkan untuk memastikan pasokan yang tepat waktu dan cukup, dan jika perlu, membayar sebagian dari jumlah kontrak di muka.

Sementara itu, Menteri Energi Filipina Sharon Garin mengatakan, pasokan bahan bakar hanya tersedia sekitar 45 hari berdasarkan tingkat konsumsi saat ini.

Ia mengatakan pemerintah sedang berupaya untuk mendapatkan satu juta barel minyak dari negara-negara di dalam dan luar Asia Tenggara untuk membangun cadangan minyaknya.

Pesawat berhenti operasi

Presiden Marcos menyatakan kemungkinan menghentikan operasional penerbangan, "sudah memberi tahu maskapai penerbangan kami bahwa mereka tidak dapat mengisi bahan bakar pesawat mereka.”

Mengutip Anadolu, Marcos menyatakan, penghentian operasional penerbangan adalah "kemungkinan yang nyata" mengingat perang AS-Israel yang sedang berlangsung dengan Iran, yang telah mengganggu pasokan energi Timur Tengah.

“Beberapa negara telah memberi tahu maskapai penerbangan kami bahwa mereka tidak dapat mengisi bahan bakar pesawat mereka, jadi mereka harus membawa bahan bakar ke sana dan kembali,” kata Marcos kepada Bloomberg pada Selasa. “Perjalanan jarak jauh akan menjadi masalah yang jauh lebih serius.”

Mengenai kemungkinan pesawat Filipina dihentikan operasionalnya, Marcos mengatakan, “Kami berharap tidak, tetapi itu adalah kemungkinan yang nyata.”

Artikel lainnya: Yaqut Cholil dikembalikan ke penjara KPK usai jadi tahanan rumah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait