Tabrakan KRL vs KA Argo Bromo: 5 tewas, 3 korban masih terhimpit, 79 dievakuasi

  • Arry
  • 28 April 2026 05:03
KRL Commuter Line tabrakan dengan KAJJ Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur(ist/ist)

Newscast.id - PT Kereta Api Indonesia mengonfirmasi hingga kini sebanyak lima penumpang meninggal dunia dalam insiden tabrakan KRL Commuter Line dengan KA Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat.

"Update dari korban pada saat ini meninggal dunia itu 5. Kemudian yang masih terperangkap itu sekitar 3," ujar Dirut KAI Bobby Rasyidin kepada wartawan di Bekasi, Selasa, 28 April 2026.

"Dan yang sudah observasi di rumah sakit itu berjumlah 79. Rumah sakitnya ada sembilan RS," tambahnya.

Bobby menjelaskan, KAI sudah membuat posko tanggap darurat di Stasiun Bekasi. Dia juga memastikan, salah satu jalur di Stasiun Bekasi Timur sudah bisa beroperasi usai taksi yang tertemper sudah dievakuasi.

Baca juga
Potret horornya tabrakan KA di Bekasi Timur, lokomotif Argo Bromo masuk gerbong KRL

"Kemudian kita juga mengadakan posko tanggap darurat di Stasiun Bekasi ini dan seperti yang kita ketahui per jam 01.24 track kita di jalur hilir itu sudah beroperasi, setelah kita tadi follow up mengevakuasi mobil taksi tadi beserta rekan KRL yang tertemper taksi itu," katanya.

Untuk diketahui, kecelakaan melibatkan KRL Commuter Line dan KA Jarak Jauh Argo Bromo terjadi pada Senin, 27 April 2026 malam. Kecelakaan bermula dari KRL yang tertemper taksi online. KRL itu kemudian berhenti usai insiden itu.

"Jadi KRL-nya itu ada taksi yang menemper KRL di JPL (Jalur Perlintasan Langsung) lintasan dekat Bulak Kapal ya. Yang membuat KRL-nya terhenti," kata Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo.

"KRL berhenti, di belakangnya ada Kereta Argo Bromo," imbuhnya.

Artikel lainnya: 103 sekolah swasta di Jakarta digratiskan, Pramono gelontorkan Rp253,6 miliar

Related Articles

Berita Terpopuler

Berita Pilihan