Menteri PPPA Arifah minta maaf usai usulkan gerbong KRL perempuan pindah ke tengah

  • Arry
  • 30 April 2026 11:05
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi(majelis ulama indonesia/mui.or.id)

Newscast.id - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi akhirnya meminta maaf usai mengusulkan gerbong perempuan di KRL dipindah ke tengah. Usulan ini menuai kontroversi.

Pernyataan Menteri Arifah itu dilontarkan usai kecelakaan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April. Arifah mengaku pernyataannya itu tidak sensitif.

"Terkait pernyataan saya paskainsiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur, saya menyadari bahwa pernyataan tersebut kurang tepat," kata Arifah mengutip akun resmi KemenPPPA, Kamis, 30 April 2026.

Baca juga
Sosok Menteri PPPA yang usul gerbong perempuan dipindah ke tengah imbas kecelakaan KA

"Saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada para korban dan keluarga korban yang merasa tersakiti dan tidak nyaman atas pernyataan tersebut," sambungnya.

"Kita semua sepakat bahwa keselamatan seluruh masyarakat adalah prioritas nomor satu, baik perempuan maupun laki-laki," jelas Arifah.

"Saat ini, prioritas utama pemerintah adalah memastikan penanganan terbaik kepada seluruh korban, baik yang meninggal dunia, maupun yang mengalami luka-luka," jelas Arifah.

Untuk diketahui, Arifah sebelumnya Arifah mengusulkan gerbong KRL khusus perempuan ditempatkan di tengah rangkaian. Usulan itu disampaikan lantaran korban kecelakaan seluruhnya adalah perempuan yang berada di gerbong wanita.

"Tapi dengan peristiwa ini, kita mengusulkan kalau bisa yang perempuan itu ditaruh di tengah," ujar Arifah pada 28 April.

Artikel lainnya: Menyoal dapur MBG bermasalah tetap terima insentif Rp6 juta per hari

Related Articles

Berita Terpopuler

Berita Pilihan