Mobil 1.400 cc ke atas dilarang isi Pertalite mulai 1 Juni 2026? Ini kata Pertamina
- Arry
- 22 Mei 2026 18:07
Newscast.id - Beredar kabar mobilng memiliki kapasitas mesin di atas 1.400 cc dilarang membeli BBM subsidi jenis Pertalite. Kebijakan ini disebut berlaku mulai 1 Juni 2026.
Kabar ini muncul di lini masa media sosial dalam beberapa pekan terakhir. Hal ini menyusul tingginya harga minyak dunia imbas perang Iran vs Amerika Serikat dan Israel.
Dalam unggahan yang beredar, disebutkan pula sejh merek dan tipe mobil yang dilarang minum Pertalite. Merek mobil itu seperti Daihatsu Xenia, Terios, Luxio, Toyota Yaris, Honda Veloz, Honda City, Honda Mobilio, dan Mitsubishi Xpander.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Robert Dumatubun, buka suara soal kabar mobil di atas 1.400 cc dilaranisi Pertalite. Menurutnya, Pertamina siap mengikuti setiap kebijakan yang ditetapkan pemerintah.
Baca juga
Viral harga asli Pertalite lebih mahal dibanding Pertamax, ini penjelasan Pertamina
Menurutnya, Pertamina sebagai BUMN, pada prinsipnya akan mengacu pada arahan pemerintah selaku regulator. Meski demikian, Robert m memberikan jawaban pasti soal larangan tersebut.
“Pada prinsipnya Pertamina sebagai BUMN dan badan usaha/operator yang berada di bawah pemerintah akan mengikuti dan mengacu pada arahan pemerintah sebagai regulator,” kata Robert.
“Kebijakan terkait energi akan ditetapkan pemerintah melalui kajian dan keputusan yang kemudian dilaksanakan oleh operator,” kata Robert.
Menurutnya, Pertamnia masih menunggu arahan resmi dari pemerintah. Selain itu, pihaknya juga masih terus menjalankan penyaluran energi sesuai aturan yang berlaku.
“Lembaga pemerintah terkait yang akan menurunkan teknis dan bagaimana kebijakan tersebut diterapkan. Pertamina saat ini menunggu dan mengikuti arahan yang berlaku, yakni menyalurkan energi sesuai ketentuan,” ujarnya.
Saat ditegaskan soal aturan mobil di bermesin di atas 1.400 cc dilarang minum Pertalite, Robert menyatakan, "Ya, sama-sama kita menunggu.”
Artikel lainnya: Tabrakan maut KRL vs KA Argo Bromo: Masinis ngerem 1,3 km sebelum tabrakan