Pegawai Indomaret demo tolak kebijakan upah lembur, manajemen buka suara

  • Arry
  • 26 Mei 2026 17:09
Promo Indomaret JSM(cermati/cermati.com)

Newscast.id - Pegawai Indomaret mengeglar aksi di Menara Indomaret, Pantai Indah Kapuk, Jakarta, Selasa, 26 Mei 2026. Mereka menolak kebijakan upah lembur tanggal merah diganti hari libur.

Massa meneriakkan sejumlah tuntutan. Ada enam butir tuntutan yang mereka lontarkan:

1. Menolak segala bentuk pemaksaan, tekanan, dan penggiringan pernyataan terhadap pekerja
2. Menegaskan hak pekerja atas upah kerja lembur
3. ⁠Menolak penggantian hak lembur dengan off tambahan yang sesuai dengan ketentuan
4. Menuntut kepatuhan perusahaan terhadap peraturan perusahaan dan Undang-Undang Ketenagakerjaan
5. Menuntut penindakan tegas terhadap oknum yang melakukan intimidasi
6. Jangan rusak hubungan industrial.

Pihak Indomaret buka suara soal demo pegawainya. Mereka membantah kebijakan upah lembur tanggal merah dihapus sepenuhnya. Indomaret menyebut ada sedikit perubahan mengenai kebijakan upah lembur tanggal merah.

"Nggak hilang, Pak. Ada sedikit perubahan. Tetap ada lembur yang dibayarkan. Tetap ada lembur yang dibayarkan," ujar Customer Relationship Management Executive Director PT Indomarco Prsmatama atau Indomaret, Gondo Sudjoni.

"Kami semuanya menampung nih, semua aspirasi yang masuk ke kami, kami tampung. Nah, untuk kemudian untuk nanti dibicarakan bersama. Karena mungkin ada sedikit misunderstanding atau sedikit nggak sama persepsinya. Jadi kita tuh tidak benar-benar menghapuskan lembur. Jadi ada yang diganti hari libur, ada juga yang masih dibayarkan upah lemburnya," katanya.

"Situasi sekarang ini kan kita tahu semua ya, kondisi ekonomi global semuanya harus ada keseimbangan dalam berbisnis, benar nggak? Jadi kalau usaha ini perlu ada keseimbangan antara hak dan kewajiban, segala macam itu kan perlu ada keseimbangan," katanya.

"Sekarang ini kan BBM naik, kemudian kemasan naik, harga bahan baku naik. Kemudian semua biaya-biaya semakin tinggi. Ini kan akan berakibat kepada biaya operasional. Kalau semua biaya itu naik kemudian kita tuh tidak ada keseimbangan di dalam berbisnis, itu akan membuat perusahaan itu tidak mendapatkan keseimbangan dalam berbisnis," sambungnya.

Dia membantah sosal intimidasi kepada karyawan.

"Nggak, nggak ada ya. Jadi, kalau karyawan diintimidasi, ya untuk apa, kepentingan apa perusahaan untuk mengintimidasi? Jadi karyawan itu kan, jadi kalau hubungan kerja itu kan pasti ada perjanjian kerja karyawan dengan perusahaan. Kalau kita nggak setuju, contoh sayalah, saya nggak setuju dengan peraturan perusahaan, ya saya mundur. Benar nggak? Jadi untuk apa perusahaan mengintimidasi kalau kita memang mau melakukan pekerjaan, karena harusnya ada win-win kan? Win-win antara pekerja dengan karyawan," ujarnya.

"Yang jelas, mediasi sedang dilakukan di Kemenaker. Difasilitasi di sana. Ada (perwakilan buruh)," ujarnya.

Artikel lainnya: Ganjil Genap Jakarta pekan ini cuma berlaku tiga hari, catat jadwalnya

Related Articles

Berita Terpopuler

Berita Pilihan