Jokowi prosesi injak kepala kerbau saat safari di Lampung, begini reaksi PDIP

  • Arry
  • 28 Juni 2026 16:57
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo menjalani prosesi adat saat safari politik di Lampung(ist/ist)

Newscast.id - Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, tengah menjalani safari politik di Lampung. Di sela kegiatan, Jokowi menjalani prosesi menginjak kepala kerbau.

Prosesi menginjak kepala kerbau itu sebagai bagian dari acara penyematan gelar adat "Baginda Pemuka Bangsa" kepada Jokowi dalam acara yang digelar di Kedatun Keagungan Lampung, Sabtu, 27 Juni 2026.

Prosesi sudah dimulai sejak kedatangan Jokowi. Ayah Wapres Gibran Rakabuming Raka itu disambut payung adat berwarna kuning, merah, dan putih serta iringan para tokoh adat dan masyarakat yang telah menunggu kedatangannya.

Setelah itu, Jokowi mengikuti sejumlah rangkaian prosesi mulai dari penyambutan, pembacaan titah adat, hingga penyematan gelar. Pada kesempatan itu, ia mengenakan pakaian adat Lampung berwarna kuning keemasan yang dipadukan dengan kain tapis serta penutup kepala khas Lampung.

Baca juga
Daftar 27 Kader yang Dipecat PDIP, Jokowi Gegara Rusak Demokrasi

Puncaknya, Jokowi menjalani prosesi pengukuhan. Jokowi mulanya dipersilakan duduk di kursi adat Panca Haji. Sebagai bagian simbolisasi pengangkatan gelar, Jokowi menginjak kepala kerbau.

Rangkaian prosesi ini berlangsung sakral dan khidmat dengan disaksikan puluhan perwakilan keluarga besar dari berbagai buwai di Provinsi Lampung.

Respons PDI Perjuangan

Prosesi penyematan gelar dengan menginjak kepala kerbau mendapat sorotan berbagai pihak. Banyak yang mengartikan hal itu sebagai simbol menginjak logo kepala kerbau PDI Perjuangan, partai yang pernah mencalonkan Jokowi mulai dari Wali Kota Solo hingga Presiden.

Ketua DPP PDIP, Mohammad Guntur Romli, merespons prosesi adat Jokowi. Menurutnya, adegan itu sarat akan nilai simboli dan makna politis.

“Apa yang dilakukan Jokowi dalam foto yang beredar (sedang menginjak kepala kerbau --Red) semakin membuktikan kebenaran disertasi Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto bahwa Jokowi membangun identitas kepemimpinannya sebagai perpaduan ‘the triangle of authoritarian populism’ yang memadukan feodalisme dengan mempersepsikan dirinya sebagai seorang raja; populisme dengan membagi-bagi amplop dan sembako untuk menarik rakyat; dan karakter Machiavelianisme yang menempatkan kekuasaan sebagai segala-galanya,” kata Guntur dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 28 Juni 2026.

Menurut Guntur Romli, momen Jokowi menginjak kepala kerbau juga sarat akan simbol. Menurutnya, kepala kerbau yang diinjak itu mempresentasikan kritik terhadap pendukungnya dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

“Kepala kerbau yang diinjak melambangkan para pengikut Jokowi dan PSI yang terbuai di balik perilaku raja, padahal yang ada adalah ambisi kekuasaan tanpa batas untuk keluarga Jokowi,” ujarnya.

Selain itu Guntur juga menyoroti adanya kecenderungan konsolidasi kekuasaan di lingkaran keluarga Jokowi. Seperti naiknya Gibran yang didahului keputusan Mahkamah Konstitusi hingga anak-anak lainnya.

“Tidak heran meskipun sudah menjadi presiden 2 periode dan menjadikan anaknya Gibran sebagai Wapres melalui manipulasi MK; dan menantunya Bobby sebagai Gubernur Sumut serta Kaesang sebagai Ketua Umum PSI,” katanya.

Artikel lainnya: Viral satu kompi tentara diduga curi belasan lembu warga Labuhanbatu, ini respons TNI

Related Articles

Berita Terpopuler

Berita Pilihan