Truk angkut crane tabrak JPO Tendean, Sopir: Baru sekali lewat, fokus maps
- Arry
- 14 Juli 2026 17:34
Newscast.id - Sebuah truk yang mengangkut crane atau ekskavator menabrak jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Imbasnya jembatan nyaris roboh dan kendaraan tersangkut jembatan itu.
Peristiwa ini terjadi pada Selasa, 14 Juli 2026 sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu truk yang mengangkut alat berat itu hendak menuju kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Namun saat melintas di Jl Tendean, truk menyangkut di JPO.
Sopor truk crane kini telah diamankan kepolisian. Sopir bernama Andre itu pun masih menjalani pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Selatan.
"Masih dalam penyelidikan ya, sementara masih diamankan," kata Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Mujiyanto kepada wartawan.
Baca juga
Tabrakan beruntun libatkan 5 mobil dan ekskavator di Bogor, lima orang jadi korban
Menurut Mujiyanto, dugaan sementara insiden terjadi karena pengemudi tidak memperhitungkan tinggi kendaraan saat melintas di bawah JPO.
"Kalau kronologis kejadian otomatis pada saat melintas, truk mungkin belum tahu ketinggiannya, jadi mungkin belum ada perkiraan," ucapnya.
Mengenai korban, Mujiyanto menyatakan nihil. "Mengingat malam hari, korban juga nihil berarti dipastikan korban nihil, intinya itu," jelasnya.
Pengakuan sopir
Sopir truk yang diketahui bernama Andre mengaku sedang ditemani rekannya bernama Fajar. Mereka membawa crane dari Summarecon Bogor menuju proyek di Kejaksaan Agung.
"Saya yang nyetir," kata Andre kepada wartawan.
Andre mengaku baru pertama kali melintas di jalur tersebut. Dia juga tidak mengetahui batas ketinggian kendaraan yang dia bawa. Apalagi di sekitar lokasi tidak ada rambu batas ketinggian kendaraan yang dapat melintas di bawah JPO.
"Belum tahu. Kan di depan kan enggak ada ini, palangnya. Oh, biasanya sekian, enggak ada," kata dia.
Andre juga membantah sedang mengantuk saat mengemudi. Dia menyatakan, insiden terjadi ketika truk hampir tiba di lokasi tujuan.
"Oh, enggak. Kita 2 kilo lagi nyampe ini. Kita fokus lihat maps," ujarnya.
Artikel lainnya: Isi teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Jagakarta Jaksel