Prabowo mau perbaharui buku pelajaran sekolah, ini alasannya
- Arry
- 9 Agustus 2026 15:27
Newscast.id - Presiden Prabowo Subianto menyoroti kualitas buku pelajaran yang digunakan peserta didik. Dia pun berencana memperbaharui materi buku pelajaran yang ada.
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menjelaskan, keinginan ini bermula saat Presiden Prabowo berkunjung ke sejumlah sekolah. Dalam kunjungan itu, Kepala Negara menyoroti buku pelajaran yang digunakan para siswa dan menemukan sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian.
"Saat mengecek buku pelajaran, itu beliau lihat satu persatu, kemudian kok ada yang bahannya mudah rusak, ada yang sudah rusak juga, kemudian tulisannya kecil-kecil, sehingga anak-anak SD khususnya bacanya sangat dekat, kemudian ya kalau dibaca kurang baik. Sehingga atas dasar itu, beliau mau cek buku-buku dari SD sampai SMA semuanya," ujar Seskab Teddy dalam keterangannya dikutip Minggu, 9 Agustus 2026.
Teddy menjelaskan, usai mempelajari buku pelajaran yang digunakan di Indonesia, Prabowo menginstruksikan agar dilakukan perbandingan dengan buku ajar dari negara-negara tetangga. Hal ini sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas buku pelajaran nasional.
Baca juga
Sejarah Toko Buku Gunung Agung: Bermula dari Kios Rokok Seorang Mualaf
"Awalnya yang punya kita dulu, dicek dulu semuanya, beliau lihat satu-satu. Kemudian coba dibandingkan ke negara tetangga. Pada awalnya seperti itu, sehingga yang tadi Pak Mensesneg sampaikan, dicek, nanti intinya akan diperbaiki menjadi lebih baik," jelas dia.
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, menambahkan, Prabowo memberikan perhatian khusus pada sejumlah aspek yang dinilai strategis.
Menurutnya, Presiden memberikan perhatian untuk penguatan karakter kebangsaan, peningkatan kualitas pembelajaran sains dan teknologi, serta peningkatan kemampuan berbahasa asing.
"Kedua, mengejar ketertinggalan di bidang sains dan teknologi, basic-nya adalah salah satu contohnya adalah matematika. Yang ketiga, untuk menghadapi kompetisi global, salah satu concern beliau adalah kemampuan bahasa asing, salah satunya adalah bahasa Inggris," kata Prasetyo.
Tak hanya soal materi, menurutnya, Presiden juga ingin kualitas fisik buku pelajaran ditingkatkan. Seperti membuat tampilan lebih menarik, huruf yang nyaman dibaca, serta menggunakan bahan yang lebih baik agar dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang lebih panjang.
"Kalau tampilan tadi sudah kami jelaskan, penginnya besar, menarik, tulisan tidak kecil-kecil, bahannya pun juga yang bagus supaya itu bisa bertahan dalam sekian waktu," jelasnya.
"Mungkin kadang-kadang, dulu kan ada yang buku ini tidak dimiliki pribadi dan kemudian bisa diwariskan atau dipakai oleh adik kelasnya," terang Prasetyo.
Artikel lainnya: Muncul isu demo besar Agustus, Polisi pastikan Jakarta aman terkendali