Dijanjikan hadiah Rp2 Juta, juara lomba lari 10 Km di Dompu cuma dapat hadiah 3 gelas

  • Arry
  • 21 Agustus 2026 04:46
Ilustrasi lomba lari(@amutiomi/unsplash)

Newscast.id - Seorang pria bernama Ibrahim mengamuk di halaman Kantor Camat Kilo, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB). Gegaranya, dia tak terima anaknya hanya mendapatkan hadiah lomba lari berupa 3 gelas.

Lomba lari sejauh 10 km digelar dalam rangka HUT ke-81 RI. Pemenang dijanjikan mendapatkan hadiah uang sebesar Rp2 juta.

Namun, yang terjadi di lapangan berbeda. Ibrahim mengaku aaknya hanya mendapatkan tiga gelas kaca usai memenangkan lomba lari 10 km. Dia pun protes dan terlibat cekcok dengan panitia.

Insiden ini terekam dalam video yang viral di media sosial. Dalam video terlihat Ibrahim meluapkan emosinya hingga melemparkan tiga gelas yang menjadi hadiah anaknya tersebut ke arah camat dan panitia. Namun, lemparan itu tak mengenai siapa pun.

Baca juga
Lomba 17 Agustus yang Berbau Kolonial: Makan Kerupuk Hingga Panjat Pinang

Situasi makin panas saat Camat Kilo, Rusdi, memegang kerah baju Ibrahim. Keduanya pun langsung terlibat perang mulut sebelum suasana akhirnya dapat diredam.

Ibrahim menyatakan hadia 3 gelas kaca yang diterima anaknya tidak sesuai dengan yang dijanjikan panitia, yakni total hadiah sebesar Rp 2 juta bagi para juara lomba, untuk kategori putra dan putri.

"Lari kemarin tidak masuk akal, masa hadiah cuma dikasih gelas kaca tiga biji, tidak sesuai yang dijanjikan," ucap Ibrahim.

Camat Kilo, Rusdi, membenarkan insiden tersebut. Menurutnya, cekcok dengan orang tua peserta terjadi saat dia sedang memberikan penjelasan mengenai ketidaksesuaian hadiah yang diterima para juara.

Menurut Rusi, kasus ini terjadi karena ada miskomunikasi antara panitia lomba dan bendahara. Anggaran yang semestinya digunakan untuk hadiah lomba lari maraton telah digunakan untuk membeli hadiah bagi lomba lainnya.

Rusdi pun membantah dia memukul Ibrahim. Menurutnya, tindakan memegang kerah baju Ibrahim dilakukan untuk meredam emosi orang tua peserta tersebut.

Rusdi mengaku saat ini persoalan tersebut sudah selesai. Dia mengklaim menggunakan uang pribadinya seebsar Rp2 juta untuk menutupi kekurangan hadiah agar persoalan tersebut tidak mencoreng nama baik Pemerintah Kecamatan Kilo.

"Apresiasi bagi yang juara sudah saya selesaikan sesuai yang dijanjikan. Hari itu juga mereka langsung menerima hadiahnya masing-masing, dan mereka tidak ada lagi yang protes," kata Rusdi.

Artikel lainnya: Apa itu Desil 1-10? Tips cara ceknya dan cara ubah desil mandiri

Related Articles

Berita Terpopuler

Berita Pilihan