Buntut bisikan pemilu dipercepat ke Jokowi, Budi Arie kini minta maaf
- Arry
- 27 Agustus 2026 04:49
Newscast.id - Ketum Relawan Projo, Budi Arie Setiadi, akhirnya meminta maaf atas ucapannya soal pemilu dipercepat. Dia menegaskan, ucapan ini tak terkait dengan Presiden ke-7 Joko Widodo.
Melalui video yang dibagikan ke wartawan, Budi Arie memberikan tiga poin klarifikasi terkait ucapannya yang kontroversial itu. Dia menegaskan, pernyataan terkait potensi percepatan pemilu tidak ada kaitannya dengan Jokowi yang saat itu duduk di sebelahnya.
"Pernyataan tersebut tidak ada hubungan dan kait... dan mengkaitnya, dengan Bapak Joko Widodo," kata Budi Arie dalam video dikutip Kamis, 27 Agustus 2026.
Baca juga
Heboh Budi Arie bisiki Jokowi soal pemilu dipercepat, Projo buka suara
Berikut permintaan maaf lengkap Budi Arie mengenai ucapan kontroversialnya:
Sehubungan dengan viralnya, pernyataan dan analisa saya dalam sebuah pertemuan di Jakarta baru-baru ini yang menimbulkan spekulasi dan berbagai salah penafsiran, saya Budi Arie Setiadi memohon maaf kepada pihak-pihak yang kurang berkenan dan nyaman dengan pernyataan saya tersebut.
Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan, satu, pernyataan dan analisa tersebut merupakan pernyataan dan analisa pribadi saya.
Kedua, pernyataan tersebut tidak ada hubungan dan kait... dan mengkaitnya, dengan Bapak Joko Widodo.
Yang ketiga, saya siap bertanggung jawab dan menerima segala konsekuensi karena analisa dan pernyataan saya tersebut. Terima kasih. Jaga terus persatuan Indonesia.
Ucapan kontroversi Budi Arie
Pernyataan kontroversial Budi Arie beredar lewat video berdurasi 1 menit 47 detik. Di video itu terlihat Budi Arie duduk di sebelah Jokowi dalam sebuah pertemuan.
Dalam video singkat itu, Budi Arie menceritakan bisikannya kepada Jokowi. Budi Arie menyebut mempunyai insting bahwa 'ini lebih cepat dari 2029'. Setelah berbicara soal instingnya, Budi Arie bertanya kepada forum bagaimana jika terjadi percepatan di saat mereka masih sibuk berbicara Pemilu 2029.
Baca juga
Gerindra respons bisikan Budi Arie ke Jokowi soal pemilu dipercepat
Berikut pernyataan Budi Arie soal Pemilu dipercepat:
"... pandangan dan diskusi, dan menurut saya nanti akan kita diskusikan lagi lebih lanjut termasuk pandangan (suara tidak jelas, red) dan sebagainya.
Tetapi saya ingin sampaikan, tadi saya udah bisik ke Pak Jokowi, 'Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?'.
Apakah kita mau? Belum tentu kita mau. Kita masih ngomong Pemilu 29 Pemilu 29. Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap nggak. Itu lho maksud saya.
Jangan maksud saya gini lho. Saya pengalaman dengan gerak sejarah, ini ada yang abnormal di masyarakat saat ini. Ini demo Pati, Madura demo lagi, ikut tandingan, ah ini udah kayak Pam Swakarsa di 98 ini. Pasti kalah yang preman.
Cuman maksud saya terjadi anomali-anomali variabel di masyarakat yang membuat kita tidak hanya sekadar memikirkan skenario-skenario konvensional, langkah-langkah, tahapan-tahapan yang sebagaimana mestinya. Ini terjadi yang namanya, kalau menurut pendapat saya, terjadinya yang namanya patahan sejarah.
Bagaimana tahun 97 tiba-tiba Pemilu yang berikutnya 99. Dan potensi ini bukan tak ada, sangat besar dengan keresahan masyarakat dan kondisi ekonomi saat ini yang betul-betul... tidak membuat masyarakat happy.
Saya... insting aktivis saya mengatakan ini ada sesuatu yang... lebih cepat dari yang kita bayangkan. Makanya itu saya coba mau membuka wacana aja ke temen-temen, supaya berpikir, jangan hanya sekedar berpikir 29. Harus ada pikiran lain, alternatif, manakala terjadi percepatan... sejarah. Terima kasih."
Artikel lainnya: 4 Kelompok massa gelar demo 27 Agustus di Jakarta, ini daftar tuntutan mereka