Prabowo sindir pengamat yang selalu kritik pemerintah: Saking pintarnya jadi goblok

  • Arry
  • 19 September 2026 12:16
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan dalam peringatan HUT ke-28 PAN(tv pan/youtube)

Newscast.id - Presiden Prabowo Subianto menyindir para pengamat yang dia sebut pakar, yang selalu mengritik pemerintah. Dia menilai kritikan para pakar itu kini sudah mengarah fitnah.

Hal itu dilontarkan Presiden Prabowo saat memberikan sambutan dalam peringatan HUT ke-28 PAN di Jakarta pada Jumat, 19 September 2026.

"Terserah pakar-pakar yang menganggap dirinya pakar, saking pintarnya jadi goblok. Ini masalahnya di tengah kawan-kawan sejati," kata Prabowo.

"Tapi benar PAN kan ada basis agamis. Kalau tidak salah ada hadis yang bunyinya fitnah lebih kejam daripada pembunuhan, surat Al-Baqarah ayat 191," ucap Prabowo.

Baca juga
Prabowo juluki jurnalis-pengamat sebagai londo ireng

Menurut Prabowo, ada sejumlah orang yang mengaku pakar menyampaikan tudingan yang dia kategorikan sebagai fitnah. Namun Prabowo mengaku tidak ingin memperpanjang persoalan tersebut dan memilih mencatatnya.

"Ada beberapa pakar, saking pakarnya dia melontarkan fitnah. Tapi sudahlah, kita bangsa besar, kuat, saya pun mencatat saja," ujarnya.

"Kalau Anda mempunyai kepintaran, kalau Anda punya kepakaran, seorang cendekiawan itu harus jujur. Itu namanya kejujuran intelektual," tegasnya.

"Apalagi kalian mengabdi kepada kepentingan bangsa lain," beber Prabowo.

Baca juga
Heboh pengamat politik Saiful Mujani serukan 'Gulingkan Prabowo': Dinasihati tak bisa

Prabowo menegaskan komitmennya mengabdikan diri kepada negara. Dia memastikan tidak akan ada rakyat yang hidup dalam kondisi kelaparan.

"18 tahun saya siap mati untuk negara ini. Saya ingin membela bangsa saya untuk melihat suatu saat Indonesia terhormat, rakyat Indonesia tidak ada orang lapar di Indonesia," ucap Prabowo.

"Biar tidak ada bapak dan ibu yang bingung melihat anaknya sakit. Tidak ada anak di Indonesia yang berangkat sekolah kelaparan," tuturnya.

"Tidak ada anak-anak di Indonesia yang stunting, tidak dapat gizi, sehingga tulangnya lemah, otot-otot yang lemah, tidak bisa bersaing dengan anak-anak bangsa lain, saya tidak ingin lihat itu. Itu bukan sumpah saya," urainya.

"Saya bersumpah untuk melihat Indonesia sejahtera. Itu sumpah saya," ujarnya.

Artikel lainnya: Menteri ATR/BPN Nusron Wahid akhirnya bicara soal 4 orang kepercayaan jadi tersangka

Related Articles

Berita Terpopuler

Berita Pilihan