BMKG sebut musim hujan mundur, Desember-Februari jadi puncaknya

  • Arry
  • 26 Oktober 2026 21:21
Ilustrasi Hujan(@ryoji__iwata/unsplash)

Newscast.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia akan mundur sekitar 20-30 hari. Puncak musim hujan pun diperkirakan terjadi pada Desember 2026 hingga Februari 2027.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan, pergeseran musim hujan ini terjadi akibat pengaruh El Nino. Kondisi ini pun membuat periode musim hujan akan berlangsung lebih singkat.

“Musim hujan rata-rata di seluruh Indonesia diperkirakan mundur sekitar dua hingga tiga dasarian, atau 20-30 hari, akibat pengaruh El Nino,” kata Faisal di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 26 Oktober 2026.

“Musim hujan juga akan terakumulasi cukup banyak dalam durasi yang lebih pendek, dengan sifat hujan normal. Jadi, kita harus bersiap mulai sekarang,” ujarnya.

Baca juga
BMKG sebut asap karhutla yang sempat selimuti Jabodetabek, kini mulai menjauh

“Sebagian wilayah Indonesia memasuki musim hujan pada November hingga Desember. Puncaknya nanti pada Desember, Januari, dan Februari,” kata Faisal.

Faisal mengingatkan warga dalam menghadapi periode puncak musim hujan. Sebab, jumlah curah hujan diperkirakan relatif sama dengan rata-rata klimatologi, tetapi turun dalam waktu yang lebih singkat.

“Ini yang perlu kita waspadai karena sifat hujannya normal, artinya berdasarkan rata-rata klimatologi 30 tahun terakhir, jumlah hujan yang turun relatif sama, tetapi durasinya lebih pendek,” ujarnya.

“Untuk akhir tahun ini hingga awal tahun depan, bencana hidrometeorologi basah perlu kita waspadai bersama,” kata Faisal.

Artikel lainnya: Polri gelar Operasi Patuh, ini 12 pelanggaran diincar tilang elektronik dan manual

Related Articles

Berita Terpopuler

Berita Pilihan