Pecat 11.000 Karyawan Meta , Mark Zuckerberg: Ini Saya Minta Maaf

  • Arry
  • 10 November 2022 12:23
Meta(@asyfaul/unsplash)

Usai badai PHK di Twitter, kini hal serupa juga terjadi di Meta, perusahaan induk Facebook hingga WhatsApp. Sebanyak 11.000 orang dipecat dari perusahaan milik Mark Zuckerberg itu.

Zuckerberg mengumumkan langsung soal pemecatan itu. Dia mengaku hal ini adalah sebuah putusan yang sulit.

"Hari ini saya membagikan beberapa perubahan tersulit yang telah kami buat dalam sejarah Meta," kata Zuckerberg dalam suratnya yang dikirim ke karyawan.

"Saya telah memutuskan untuk mengurangi ukuran tim kami sekitar 13 persen dan melepaskan lebih dari 11.000 karyawan berbakat kami."

"Tidak hanya perdagangan online yang kembali ke tren sebelumnya, tetapi penurunan ekonomi makro, meningkatnya persaingan, dan hilangnya sinyal iklan telah menyebabkan pendapatan kami jauh lebih rendah dari yang saya harapkan," kata CEO Meta ini.

"Saya ingin bertanggung jawab atas keputusan ini dan bagaimana kami sampai di sini. Saya tahu ini sulit untuk semua orang, dan saya terutama minta maaf kepada mereka yang terkena dampak." lanjutnya.

"Ini adalah saat yang menyedihkan, dan tidak ada jalan lain untuk itu. Kepada mereka yang pergi, saya ingin mengucapkan terima kasih sekali lagi atas semua yang telah Anda berikan ke tempat ini, "tambah Zuck.

Zuckerberg pun memastikan, karyawan yang dipecat itu akan menerima pesangon. Nilainya 16 minggu gaji ditambah dua minggu tambahan untuk setiap tahun layanan.

Selain itu Meta juga akan menanggung asuransi kesehatan selama enam bulan. Biaya ini tak hanya untuk karyawan yang terkena dampak pemecatan, tetapi juga seluruh keluarganya.

Zuckerberg pun menyatakan, para karyawan yang terkena dampak, akan menerima saham sejumlah yang telah ditetapkan.

Selain memecat karyawan, Meta juga akan melakukan penghematan besar-besaran. Seperti mengurangi ruang kantor, menurunkan pengeluaran diskresioner, dan memperpanjang pembekuan perekrutan hingga kuartal pertama.

 

Related Articles

Berita Terpopuler

Berita Pilihan