BMKG prediksi es abadi di Puncak Jaya hilang pada akhir 2026

  • Arry
  • 4 Juli 2026 13:22
Es abadi di Puncak Jaya, Pegunungan Jayawijaya, Papua(bmkg/bmkg.go.id)

Newscast.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi es abadi di Puncak Jaya, Papua akan hilang untuk selamanya. Diperkirakan, es itu akan mencair total pada akhir 2026 atau awal 2027.

"Sulit dipercaya, tapi mungkin kita adalah generasi terakhir yang masih sempat melihat es abadi di Indonesia," kata BMKG melalui media sosial, dikutip Sabtu, 4 Juli 2026.

"Menurut pakar klimatologi BMKG, lapisan es di Puncak Jayawijaya diperkirakan hilang total pada akhir 2026 atau awal 2027," imbuh BMKG.

BMKG mengungkapkan, gletser tropis itu sempat membentang luas. Pada 1988, luasnya berkurang menjadi 4,3 kilometer persegi. Luas ini terus berkurang hingga September 2025 dan tinggal 0,09 kilometer persegi atau sekitar 2% dari luas yang tercatat pada 1988.

Tak hanya es yang berkurang, tebalnya juga terus menipis. Pada 2010, ketebalan es di Puncak Jaya masih sekitar 32 meter. Namun, pada 2023, ketebalan es hanya tersisa 4 meter saja.

"Pemantauan terbaru bahkan melaporkan es di titik tersebut sudah mencair sepenuhnya. Dan sejak tahun 2016, laju penipisan es diperkirakan mencapai 2-2,5 meter per tahun," jelas BMKG.

BMKG menduga pemicu hilangnya salju abadi karena adanya perubahan iklim dan El Nino. Dua fenomena alam itu menyebabkan suhu semakin panas dan cuaca di Indonesia lebih kering. BMKG menyebutkan, sejumlah ahli pun memperkirakan es abadi di Papua hanya tinggal hitungan bulan sebelum benar-benar hilang.

"Bagi masyarakat adat Papua, Puncak Jaya bukan sekadar gunung, tetapi sebagai simbol budaya dan spiritual. Hilangnya es berarti hilangnya bagian penting dari warisan leluhur mereka," ujar BMKG.

Dampak dari mencairnya es abadi di Puncak Jaya itu akan memengaruhi ekosistem, habitat satwa, hingga lahan pertanian masyarakat.

Artikel lainnya: Ucap Bismillah, Ronaldo cetak gol penalti dan bawa Portugal menang 2-1 atas Kroasia

Related Articles

Berita Terpopuler

Berita Pilihan