Kata dr Piprim disebut bolos 28 hari yang picu pemecatan: jika ditekan, akan melawan

  • Arry
  • 19 Feb 2026 11:12
Dokter konsultan jantung anak Dr dr Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp. Kardio (K)(@dr.piprim/instagram)

Newscast.id - Pemecatan konsultan jantung anak senior dr Piprim Basarah Yanuarso menimbulkan polemik. Dia disebut dipecat lantaran bolos selama 28 hari berturut-turut di RSUP Fatmawati.

dr Piprim akhirnya buka suara soal tudingan bolos selama 28 hari. Menurutnya, ketidakhadirannya merupakan bentuk protes atas mutasi yang dinilai mendadak dan tidak sesuai prosedur.

dr Piprim mengungkapkan, dia sudah pernah menawarkan 'win-win solution' yang disampaikan dalam sidang terkait mutasi bersama pihak Fatmawati dan RSCM.

Menurutnya, jika mutasi dilakukan untuk kebutuhan pengembangan layanan jantung anak di RSUP Fatmawati, seharusnya bisa dilakukan tanpa harus memindahkannya secara penuh dari RSCM.

Baca juga
Polemik dokter anak Piprim dipecat Menkes Budi Gunadi hingga jawaban RSUP Fatmawati

"Kalau tujuannya untuk mengembangkan layanan jantung anak di Fatmawati, saya nggak harus dimutasi. Beri saya surat penugasan, satu atau dua hari di Fatmawati, tiga hari di RSCM," kata dr Piprim di akun media sosialnya dikutip Kamis, 19 Februari 2026.

Piprim menjelaskan, dengan skema yang dia tawarkan, maka dia tetap dapat melayani pasien di RSCM. Selain itu dia juga dapat membimbing peserta didik, khususnya calon konsultan jantung anak, sembari membantu pengembangan layanan di Fatmawati.

Namun, usulan tersebut ditolak. "Katanya saya harus segera dimutasi ke Fatmawati," ujarnya.

"Tapi karena mereka tetap menetapkan mutasi ini sebagai hukuman, jawabannya satu, Anda tetap harus menjalankan keputusan mutasi," katanya.

dr Piprim menilai, mutasi tersebut bukan hanya sebuah kebijakan administratif, melainkan bentuk tekanan terhadap dirinya dan organisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Dia bahkan menilai, mutasi itu berkaitan dengan sikap kritis IDAI soal independensi kolegium. Dia pun bahkan sempat melayangkan gugatan ke PTUN.

"Itu yang saya tolak," tegasnya.

"Saya ini laki-laki, tapi kalau ditekan, laki-laki akan melawan dengan sepenuh kekuatannya," ucapnya.

Artikel lainnya: Ledakan dahsyat gegerkan warga Situbondo, sejumlah rumah hancur

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait