Sejarah dan Peran Umar bin Khattab Saat Penetapan 1 Muharam Sebagai Tahun Baru Islam

  • Arry
  • 30 Jul 2022 06:51
Ilustrasi masjid(@photosimon/unsplash)

1 Muharam ditetapkan sebagai tahun baru Islam. Pada 1 Muharam 1444 Hijriah jatuh pada 30 Juli 2022.

Bagaimana sejarah 1 Muharam ditetapkan sebagai tahun baru Islam?

Berdasarkan buku Sejarah Pembentukan Kalender Hijriyah oleh Ahmad Sarwat, disebutkan saat itu Islam sudah menyebar hingga ke Irak.

Sayyidina Umar bin Khattab, yang menjadi khalifah saat itu mendapatkan surat dari salah satu gubernurnya, bernama Abu Musa Al Asyi’ari tanpa nomor tahun dan tanggal.

Sayyidina Umar lantas memanggil Abu Musa. Diceritakan, Abu Musa mengaku bingung lantaran banyak surat tanpa ada penanda tanggal yang jelas. Sehingga tidak tahu mana surat yang baru atau yang lama.

Sayyidina Umar kemudian mengumpulkan para sahabat untuk merumuskan hal ini. Mereka akhirnya sepakat bahwa Islam harus memiliki standarisasi penanggalan untuk menentukan tahun yang digunakan umat Islam.

Perdebatan kemudian berlanjut, kapan awal tahun yang harus digunakan.

Banyak usulan dari para sahabat. Mulai dari tahun dimana Nabi Muhammad SAW dilahirkan, yakni tahun gajah.

“Ada juga yang mengusulkan di tahun Nabi Wafat. Dan tidak sedikit yang mengusulkan di tahun nabi diangkat menjadi Rasul di mana wahyu pertama turun,” tulis Ahmad Sarwat.

Kemudian ada pula yang mengusulkan awal tahun dimulai saat Nabi Muhammad SAW hijrah dari Makkah ke Madinah. Usulan ini dilontarkan Sayyidina Utsman bin Affan dan Sayyidina Ali bin Abi Thalib.

Khalifah Umar akhirnya memutuskan dan menyepakati tahun hijrahnya Rasulullah SAW sebagai penanda awal tahun baru Islam.

Untuk diketahui, di Arab ada tradisi untuk penanda waktu diambil dari sebuah peristiwa, bukan tanggal. Contohnya adalah kelahiran Rasulullah yang disebut terjadi pada saat tahun gajah, hal ini karena saat itu ada peristiwa penyerangan Ka'bah oleh Raja Abrahah bersama pasukan yang menunggangi gajah.

Sementara itu sedikit sekali yang mengusulkan waktu kematian Rasulullah sebagai penanda awal tahun baru Islam. Menurut Sayyidina Umar, tahun tersebut merupakan tahun paling tersedih bagi umat Islam.

“Akhirnya beliau memilih tahun hijriah, selain karena jelas waktunya, hijrah dianggap pembeda antara haqq dan bathil. Dan menjadi tonggak awal kejayaan umat Islam setelah sebelumnya hanya berdakwah sembunyi-sembunyi,” kata Ahmad Sarwat.

Oleh karena itu, sistem penanggalan Islam menggunakan istilah kalender Hijriah. Dan tahun pertama kalender Hijriah dimulai pada 622 Masehi.

Tahun 622 Masehi itu bertepatan dengan tahun ke-17 Rasulullah hijrah ke Madinah. Dan 3-4 tahun kepemimpinan Sayyidina Umar sebagai Khalifah.

Setelah itu disepakati perhitungan waktu dalam kalender Islam menggunakan waktu perputaran bulan atau Al-Qomari. Hal ini sudah dipraktikkan bangsa Arab sejak ratusan tahun silam.

Diskusi berlanjut dengan penentuan bulan pertama tahun Hijriah. Ada usulan agar permulaan tahun Hijriah dimulai di bulan Rabiul Awal.

Namun Sayyidina Umar menyatakan, peristiwa hijrah Rasulullah memang terjadi pada Rabiul Awal. Namuun, permulaah hijrah Rasulullah justri terjadi di bulan Muharam.

Akhirnya diputuskan 1 Muharam menjadi tanggal awal tahun baru umat Islam.

Demikian sejarah dan peran dari Umar bin Khatab dalam penetapan 1 Muharam sebagai tahun baru Islam.

 

Artikel lainnya

 

Berita Terkait