Seorang Ibu Meninggal Usai Ditolak Melahirkan di RSUD Subang, Ini Duduk Persoalannya

  • Arry
  • 7 Mar 2023 17:27
Ilustrasi hamil(@juanencalada/unsplash)

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Subang, Jawa Barat, Maxi, meminta maaf atas peristiwa meninggalnya Kurniasih.

"Terkait kematian ibu dan bayinya di Tanjungsiang, saya secara pribadi maupun atas nama Dinas Kesehatan menyampaikan rasa berbelasungkawa dan keprihatinan yang dalam," kata Maxi.

Maxi menduga ada miskomunikasi saat kejadian berlangsung. "Semoga kejadian ini menjadi pelajaran penting dan berharga untuk mawas diri bagi seluruh pelayanan kesehatan agar mengutamakan profesionalisme, yang berempati dan nilai kemanusiaan," kata dia.

"Pasien yang kita tangani dan akan lahiran ini, adalah pasien yang sedang dalam kondisi tidak baik-baik saja. Pasien sedang mengalami ketuban pecah, kemudian mutah darah," jelas dia.

Maxi menduga kondisi pasien yang muntah darah tersebut terjadi akibat riwayat tindakan pasien tersebut. Menurutnya, pasien sempat melakukan pijat perut.

"Dipijat perutnya oleh paraji (tukang urut orang hamil), sehingga bagi kami kalangan medis sangat mencurigai bahwa ini telah terjadi pelepasan plasenta yang sifatnya parsial sehingga kalau saya hitung dari mulai jam 16.30 sampai waktu meninggalnya itu sekitar jam 11.00 itu memakan waktu sekitar hampir enam atau tujuh jam," jelasnya.

"Pihak Dinkes dan RSUD Subang sudah bertemu dengan pihak Puskesmas Tanjungsiang yang didampingi anggota DPRD. Kita sepakat mengambil pelajaran dari kasus ini," ujarnya.

"Kita manusia banyak kekurangannya tapi yang terpenting bagaimana kita memperbaiki ke depannya, khususnya dalam hal memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat," ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait