Kasus ini bermula saat seorang wanita bernama Nisya diamankan Polres Bandara Soekarno-Hatta. Saat diamankan, dia mengenakan seragam dan atribut pramugari Batik Air. Peristiwa ini terjadi usai N terbang dari Palembang ke Jakarta dan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta pada Selasa, 6 Januari.
Kecurigaan bermula saat Nisya, yang sedang mengenakan seragam pramugari Batik Air, melewati jalur fast track khusus awak kabin. Kru Batik Air kemudian berkoordinasi dengan petugas Aviation Security (Avsec) untuk melakukan pengamanan terhadap yang bersangkutan.
Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta Kompol Yandri Mono menjelaskan, dari pemeriksaan diketahui Nisya sengaja mengenakan seragam tersebut karena telah mengaku kepada keluarganya bekerja sebagai pramugari Batik Air.
Padahal, Nisya gagal dalam proses melamar kerja. Dia kemudian membeli seragam dan atribut pramugari secara daring.
“Dia mendapatkan seragam itu secara online. Ketahuannya karena beda corak. Dia merantau dari Palembang ke Jakarta dan meminta izin kepada keluarga untuk melamar kerja sebagai pramugari, namun gagal,” ujar Yandri, Kamis, 8 Januari.
"Karena malu, yang bersangkutan tetap mengaku kepada keluarga bahwa dirinya diterima dan bekerja di Batik Air, padahal kenyataannya tidak,” lanjut Yandri.
Nisya tak ditahan. Dia sudah meminta maaf dan dipulangkan dan diserahkan kembali kepada pihak keluarga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News