Newscast.id - Seorang wanita berpenampilan dan mengenakan aksesori pramugari membuat heboh maskapai Batik Air. Pihak maskapai kini buka suara soal pramugari gadungan yang diketahui bernama Nisya itu.
Manajemen Batik Air menyatakan, wanita tersebut tidak terdaftar dalam sistem kepegawaian Batik Air. Namun, dia terdaftar sebagai penumpang sah.
"Yang bersangkutan tidak terdaftar dalam sistem kepegawaian Batik Air serta tidak memiliki kewenangan apa pun untuk bertindak atas nama perusahaan," kata Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro, lewat keterangannya, Jumat, 9 Januari 2026.
Danang menjelaskan, Nisya mengenakan pakaian dan aksesori pramugari yang ia dapat sendiri. Bukan berasal dari pembagian atau perlengkapan resmi dari Batik Air.
Baca juga
Viral wanita cantik nyamar jadi pramugari Batik Air, ini motifnya
"Oknum tersebut tercatat sebagai penumpang yang sah, dengan membawa dan menunjukkan boarding pass resmi, namun berpenampilan menyerupai awak kabin Batik Air," kata Danang.
"Kru mengenali adanya kejanggalan saat fase in flight service, melakukan pengamatan dan konfirmasi sesuai kewenangan, serta setelah pesawat mendarat dengan selamat, segera melaporkan kejadian tersebut kepada petugas keamanan penerbangan (Aviation Security) untuk penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku," kata Danang.
Menurut Danang, penanganan itu dilakukan sebagai komitmen Batik Air untuk menjaga keselamatan, keamanan, dan ketertiban penerbangan.
Danang mengimbau masyarakat waspada atas penipuan yang menggunakan nama Batik Air. Bentuknya bisa berbagai macam, yakni:
- Pihak yang mengaku sebagai awak kabin, karyawan, atau perwakilan Batik Air,
- Permintaan uang, transaksi, atau data pribadi melalui jalur tidak resmi,
- Penawaran tiket, promosi, atau kerja sama yang tidak berasal dari kanal resmi.
"Batik Air mengajak masyarakat untuk bersama-sama bersikap cermat, waspada, dan tidak mudah percaya kepada pihak yang tak bertanggung jawab," tutup Danang.
Kasus pramugari Batik Air gadungan >>>
Kasus ini bermula saat seorang wanita bernama Nisya diamankan Polres Bandara Soekarno-Hatta. Saat diamankan, dia mengenakan seragam dan atribut pramugari Batik Air. Peristiwa ini terjadi usai N terbang dari Palembang ke Jakarta dan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta pada Selasa, 6 Januari.
Kecurigaan bermula saat Nisya, yang sedang mengenakan seragam pramugari Batik Air, melewati jalur fast track khusus awak kabin. Kru Batik Air kemudian berkoordinasi dengan petugas Aviation Security (Avsec) untuk melakukan pengamanan terhadap yang bersangkutan.
Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta Kompol Yandri Mono menjelaskan, dari pemeriksaan diketahui Nisya sengaja mengenakan seragam tersebut karena telah mengaku kepada keluarganya bekerja sebagai pramugari Batik Air.
Padahal, Nisya gagal dalam proses melamar kerja. Dia kemudian membeli seragam dan atribut pramugari secara daring.
“Dia mendapatkan seragam itu secara online. Ketahuannya karena beda corak. Dia merantau dari Palembang ke Jakarta dan meminta izin kepada keluarga untuk melamar kerja sebagai pramugari, namun gagal,” ujar Yandri, Kamis, 8 Januari.
"Karena malu, yang bersangkutan tetap mengaku kepada keluarga bahwa dirinya diterima dan bekerja di Batik Air, padahal kenyataannya tidak,” lanjut Yandri.
Nisya tak ditahan. Dia sudah meminta maaf dan dipulangkan dan diserahkan kembali kepada pihak keluarga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News