Asap oranye keluar dari pabrik kimia PT Vopak, 46 Warga Cilegon sesak napas

  • Arry
  • 1 Feb 2026 19:30
Asap oranye muncul dari pabrik kimia di Cilegon, Banten(ist/ist)

Newscast.id - Warga Kecamatan Gerem, Kota Cilegon panik saat melihat asap berwarna oranye membubung tinggi dari pabrik kimia PT Vopak Terminal Merak pada Sabtu, 31 Januari. Imbasnya puluhan warga mengalami sesak napas.

Salah satu saksi mata bernama Rismone Tobing (52), mengaku mencium aroma menyengat sebelum melihat kepulan asal warna oranye dari salah satu pipa di PT Vopak Terminal Merak.

"Awalnya nyium bau nyengat, pas saya lihat kabut (asap) itu, saya kabur ke belakang karena baunya nggak kuat, aroma bau kimia. Ada setengah jam (asap mengepul sebelum hilang)," kata Rismone.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon Ratih Purnamasari menjelaskan, akibat dari peristiwa tersebut, sebanyak 46 warga di sekitar PT Vopak Terminal Merak harus dilarikan ke Puskesmas. Mereka menjalani perawatan intensif usai diduga menghirup gas kimia.

Baca juga
Heboh asap oranye muncul dari pabrik kimia di Cilegon, polisi ungkap penyebabnya

Menurutnya, warga mengeluh gejala seperti pusing, mual hingga sesak napas hingga harus menjalani perawatan. Namun, korban tidak mengalami hal yang fatal dan sudah diizinkan pulang ke rumah masing-masing.

"Alhamdulillah sudah ditangani saat itu, sudah diberi tindakan dan alhamdulillah sudah pada pulang semua," kata Ratih.

Klarifikasi PT Vopak

HRD PT Vopak Terminal Merak, Ajeng Yuanita buka suara terkait asap oranye yang keluar dari pabriknya. Dia menyatakan, asap yang keluar bukan dari kebocoran pipa gas.

"Tidak ada kebocoran, operasional kami juga berjalan normal. Tim tanggap darurat kami langsung ambil action," ujar Ajeng.

"Tidak ada kelalaian SOP kerja juga, dan akan kami pastikan tidak akan ada kejadian seperti ini lagi," imbuhnya.

Belum ada penjelasan lebih lanjut dari pihak perusahaan terkait asap kuning tersebut.

DLH Cilegon Pasang 4 Alat Pemantau Udara di Area Pabrik

Sementara itu Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon langsung melakukan pemeriksaan, termasuk memasang 4 alat pemantau udara.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cilegon, Sabru Mahyudin, menjelaskan, empat alat pemantau udara itu dipasang untuk memastikan cemaran udara di sekitar PT Vopak Terminal Merak agar tidak mengancam keselamatan warga setempat.

"Terkait sifatnya berbahaya atau tidak, hal ini yang nanti akan ditindaklanjuti dari hasil monitoring, apakah sesaat atau memang berkelanjutan (dampaknya)," kata Sabri.

Artikel lainnya: Disebut mundur dari jabatan Menko PMK, Ini jawaban Pratikno

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait