Newscast.id - Israel dilaporkan mulai kehabisan persediaan pencegat rudal. Padahal konflik dengan Iran masih terus berlangsung.
Berdasarkan informasi yang dilaporkan pejabat Amerika Serikat, Israel telah melaporkan kondisi stok interseptor yang semakin menipis.
“Israel memberi tahu Amerika Serikat pekan ini bahwa mereka berada dalam kondisi kekurangan kritis interseptor rudal balistik seiring konflik dengan Iran yang masih berlangsung,” tulis laporan itu, dikutip dari Reuters, Minggu, 15 Maret 2026.
Kondisi ini menjadi perhatian publik. Sebab, pencegat rudal ini merupakan instrumen penting sistem pertahanan udara Israel untuk mencegat rudal yang masuk ke wilayahnya.
Baca juga
Muncul spekulasi Netanyahu tewas, publik soroti video PM Israel: jarinya 6
AS pun dilaporkan juga sudah mengetahui minimpnya kapasitas interseptor Israel sejak beberapa bulan terakhir. Namun, AS sendiri tidak mengalami kekurangan interseptor.
Israel mulai menyerang Iran pada 28 Februari 2026. Amerika Serikat kemudian menyusul menyerang wilayah Teheran.
Serangan itu membuat sejumlah pejabat tinggi Iran tewas, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Konflik itu pun hingga kini terus berlangsung.
Artikel lainnya: Presiden Prabowo perintahkan Kapolri usut tuntas penyiraman aktivis Andrie Yunus
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News