Newscast.id - Basarnas menjelaskan ada tujuh korban yang terjepit di antara gerbong KRL Commuter Line dan lokomotif KA Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek. Mereka mamastikan korban yang seluruhnya wanita itu masih hidup.
"Masih ada beberapa korban yang masih dinyatakan hidup, namun kondisinya masih dalam kondisi terjepit sehingga kita akan berupaya untuk secepat mungkin bisa memisahkan antara logam-logam yang menjepit dan kita bisa evakuasi korban," ujar Kepala Basarnas M Syafii di lokasi, Selasa, 28 April 2026.
Syafii menjelaskan, pihaknya melakukan sejumlah upaya untuk menyelamatkan korban dengan cara memotong gerbong. Namun dia belum dapat memastikan Ia belum bisa memastikan jumlah korban.
"Jadi yang ada di permukaan yang terlihat sementara masih ada 7 korban yang kita akan evakuasi. untuk total korban tentunya akan kita tuntaskan nanti bahwa antara himpitan dari lokomotif dan dua gerbong ini mudah-mudahan bisa kita selesaikan sehingga kita tahu persis semua korban bisa kita evakuasi," katanya.
Baca juga
Tabrakan KRL vs KA Argo Bromo: 5 tewas, 3 korban masih terhimpit, 79 dievakuasi
"Yang kita lihat secara fisik semuanya perempuan, karena ini gerbong (perempuan)," tambahnya.
"Dan sekarang langsung dalam penanganan medis, sehingga pada saat mereka mengalami rasa sakit berlebihan diberikan tindakan medis untuk mengurangi rasa sakit, karena memang kondisi khususnya kaki dalam posisi terjepit," katanya.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) buka suara soal kecelakaan ini. Mereka meminta maaf dan memastikan fokus melakukan proses evakuasi terhadap korban.
"Telah terjadi insiden operasional di wilayah Stasiun Bekasi Timur, Daerah Operasi 1 Jakarta, yang berdampak pada perjalanan kereta api. Kami memahami situasi ini menimbulkan kekhawatiran bagi pelanggan dan keluarga yang menunggu kabar," kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba, Senin, 27 April.
"Saat ini, seluruh upaya difokuskan pada proses evakuasi penumpang dan awak sarana, serta penanganan korban di lokasi kejadian dengan prioritas utama keselamatan," tambahnya.
"Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh penumpang dan petugas mendapatkan penanganan secepat mungkin dan sebaik mungkin. Kami juga terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait di lapangan," ujarnya.
Artikel lainnya: Terbongkarnya kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, 53 anak jadi korban
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News