Newscast.id - Kementerian Pertahanan menghentikan pelatihan militer bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih. Sebagai gantinya, mereka akan diberi pembekalan bela negara.
Kepala Biro Informasi Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menyatakan, penghentian dilakukan terhadap program Latihan Dasar (Latsar) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kopdes Merah Putih dan KNMP.
"Yang dapat kami sampaikan, format kegiatan yang sebelumnya dikenal sebagai Latsarmil SPPI telah dievaluasi dan tidak lagi dilaksanakan dalam bentuk sebelumnya. Saat ini kegiatan diarahkan menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial," kata Rico dalam keterangannya.
Baca juga
Istana pastikan latihan militer dilanjutkan meski 5 calon manajer Kopdes meninggal
Rico menjelaskan, penyesuaian format ini dilakukan agar kegiatan lebih proporsional dengan latar belakang peserta sebagai warga sipil. Materi teknis dan taktis militer sudah dihilangkan, termasuk kegiatan menembak.
"Saat ini juga tidak ada lagi latihan fisik. Yang ada hanya olahraga ringan untuk kebugaran, seperti senam pagi dan jalan kaki ringan. Kegiatan tersebut juga tidak bersifat wajib dan tetap menyesuaikan dengan kondisi masing-masing peserta," jelasnya.
Rico menjelaskan, kegiatan terbaru ini akan mengarahkan peserta pada pembentukan karakter, disiplin, wawasan kebangsaan, kepemimpinan, kerja sama, serta pembekalan manajerial yang relevan dengan tugas peserta sebagai calon pengelola Kopdes Merah Putih dan KNMP.
Untuk diketahui program pelatihan militer untuk calon Kopdes Merah Putih dan KNMP telah menelan lima korban jiwa. Mereka adalah:
1. Yonanda Muhammad Taufiq
2. Anisa Muyassaroh
3. Novia Rahmadhani Sihotang
4. Muhammad Rifki Renaldi Gunawan
5. Nola Dya Sari.
Artikel lainnya: Nadiem Makarim divonis 10 tahun penjara, denda Rp1 M, ganti kerugian Rp809 M
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News