Viral jerit tangis anak lihat ayahnya tewas diamuk massa usai diduga curi ayam

  • Arry
  • 26 Jul 2026 13:38
Jerit tangis anak lihat ayahnya meninggal gegara diamuk massa usai diduga mencuri ayam di Bali(ist/ist)

Newscast.id - Sebuah video yang memperlihatkan seorang anak menangis histeris melihat ayahnya meninggal dunia usai menjadi korban amuk massa viral di media sosial. Sang ayah, KD, tewas dihakimi massa usai diduga mencuri ayam aduan.

Peristiwa ini terjadi di rumah duka di Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali. Dalam video terlihat anak perempuan itu menangis histeris di tengah kerumunan sambil memanggil ayahnya yang meninggal dunia.

"Kemarin saya yang menjemput jenazahnya. Saat tiba di rumah, melihat anaknya menangis tersedu-sedu, saya benar-benar sedih," kata Kepala Desa Sidatapa, I Made Sutama, Sabtu, 25 Juli 2026.

Sutama menjelaskan, KD, meninggalkan seorang istri dan tiga anak. Dua anaknya masih mengenyam pendidikan di SMA dan SD.

Baca juga
KDM gelar sayembara tangkap begal Rp50 juta, syarat utama tak boleh babak belur

Sutama menyayangkan peristiwa main hakim sendiri yang merenggut nyawa KD yang diduga mencuri ayam aduan. Menurutnya, setiap tindak pidana harusnya diselesaikan melalui proses hukum.

"Kalau memang bersalah, laporkan ke pihak berwajib. Jangan melakukan main hakim sendiri sampai menghilangkan nyawa orang hanya gara-gara mencuri ayam," kata Sutama.

Kronologi KD tewas diamuk massa usai diduga curi ayam

Kabid Humas Polda Bali Kombes Ariasandy mengatakan, menjelaskan, peristiwa itu terjadi di Desa Juwuk Legi, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali pada Jumat, 24 Juli dini hari.

"Saat ini ditangani Polres Tabanan," ujar Ariasandy, Minggu, 26 Juli.

"Penyidik juga telah memeriksa sejumlah saksi yang berada di lokasi kejadian dan proses pemeriksaan masih terus berlangsung untuk mengidentifikasi seluruh pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut," jelas dia.

Ariasandy menjelaskan, berdasarkan penyelidikan awal, penyidik memperoleh rekaman CCTV yang memperlihatkan adanya beberapa orang dengan ciri-ciri yang diduga sesuai dengan pelaku penganiayaan.

"Rekaman tersebut saat ini menjadi salah satu alat bukti penting yang sedang dianalisis dan didalami untuk memastikan identitas serta peran masing-masing pihak yang terlibat," imbuh dia.

Di sisi lain, ia menyebut, pihak keluarga korban mengaku mereka sudah menerima peristiwa tersebut sebagai sebuah musibah.

"Mereka juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kejadian yang terjadi," ungkap dia.

"Kami mengimbau seluruh masyarakat agar tetap tenang, tidak terprovokasi, serta tidak melakukan tindakan main hakim sendiri karena setiap dugaan tindak pidana harus diselesaikan melalui mekanisme hukum," tegas Ariasandy.

Polisi juga berkomitmen menangani perkara ini secara profesional, proporsional, dan transparan demi memberikan kepastian hukum serta menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

Sementara itu, Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Tabanan, Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani, menjelaskan, amuk massa terjadi pada Jumat, 24 Juli sekira pukul 01.30 Wita. Saat itu, KD tertangkap tangan usai diduga mencuri ayam milik seorang warga bernama I Wayan Adi Suteja (31). Selain itu, sepeda motor yang digunakan KD juga dibakar massa.

"Warga emosi karena maraknya kasus kehilangan ayam di wilayah tersebut kemudian melakukan pengeroyokan terhadap terduga pelaku hingga meninggal dunia di lokasi kejadian," jelas Wiwik.

Menurut Wiwik, anggota Polsek Baturiti tiba di lokasi sekitar pukul 02.00 Wita. Namun saat petugas tiba di lokasi, KD telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Artikel lainnya: Setahun jadi Wamen Pertanian, harta Kepala BGN Sudaryono melonjak Rp22,5 miliar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait