Newscast.id - Kedutaan Besar Iran di Indonesia bicara soal program nuklir yang disinggung Presiden Prabowo Subianto. Mereka menegaskan tidak pernah mengejar kepemilikan senjata nuklir dan tidak akan pernah melakukannya.
Penegasan ini disampaikan seakan merespons pidato Presiden Prabowo Subianto yang membahas soal kepemilikan nuklir di Iran. Pernyataan itu disampaikan di hadapan para pengusaha Kadin Indonesia pada pekan lalu.
"The Islamic Republic of Iran tidak pernah mengejar kepemilikan senjata nuklir dan tidak akan pernah melakukannya," demikian dikutip dari laman Kedubes Iran dikutip Selasa, 4 Agustus 2026.
Kedubes Iran juga melampirkan keterangan terkait program nuklir dengan motto: "Transparan, Damai, Sesuai Hukum Internasional".
Baca juga
Laporan Intelijen: Serangan AS Tak Hancurkan Fasilitas Nuklir Iran
Iran juga menyatakan, "Berlandaskan Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT), menjalankan hak atas pemanfaatan energi nuklir untuk tujuan damai. Dilaksanakan sesuai dengan hukum internasional".
Dalam bagian transparansi dan verifikasi, Iran menyatakan, "Berada di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Menerapkan salah satu rezim inspeksi nuklir paling ketat di dunia. Tidak ditujukan untuk pengembangan senjata nuklir."
Bagian ketiga, Iran menjelaskan soal prinsip dan komitmen. "Fatwa Pemimpin Syahid Republik Islam Iran mengharamkan senjata nuklir. Senjata pemusnah massal tidak memiliki tempat dalam doktrin pertahanan Iran. Teknologi nuklir dimanfaatkan bagi kepentingan energi, kesehatan, dan penelitian."
Dalam bagian rangkuman, Iran menegaskan, program nuklir Republik Islam Iran dijalankan secara transparan, bertujuan damai, dan berada dalam kerangka hukum internasional, termasuk Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT).
Baca juga
Pesan Mojtaba Khamenei: Iran tak pernah ingin perang, tapi
"Iran tidak pernah mengejar kepemilikan senjata nuklir dan tidak akan pernah melakukannya," demikian pungkas pernyataan resmi tersebut.
Untuk diketahui, Presiden Prabowo menyoroti kondisi politik di Timur Tengah. Terutama soal adanya persenjataan nuklir.
"Tiap sore, tiap malam dalam berita - berita eskalasi, eskalasi, eskalasi," kata Prabowo di Istana Negara pada Jumat 31 Juli.
"Tiap sore, tiap malam dalam berita - berita eskalasi, eskalasi, eskalasi," ujar Prabowo.
"Dikatakan bahwa Iran sudah punya senjata nuklir. Sekarang Saudi Arabia ingin juga punya senjata nuklir. Kalau Saudi Arabia ingin punya senjata nuklir, tidak menutup kemungkinan Emirate (UEA) juga ingin punya senjata nuklir, Qatar juga ingin punya senjata nuklir, Mesir juga ingin senjata nuklir," ungkapnya.
Pidato yang awalnya ditayangkan secara langsung di kanal Sekretariat Presiden, mendadak terputus. Gambar Prabowo yang tengah berpidato soal nuklir itu tetiba berganti dengan iklan layanan masyarakat.
Artikel lainnya: Bandara Ngurah Rai Bali diancam bom, pengelola buka suara
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News