Polisi sebut pemilik 995 senjata di sekolah swasta Jaksel sudah meninggal

  • Arry
  • 7 Agt 2026 19:02
Penampakan senjata api yang ditemukan di sekolah swasta di Jakarta Selatan(ist/ist)

Newscast.id - Polisi mengungkapkan siapa pemilik 995 senjata yang ditemukan di ruangan yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Ratusan senjata airsoft gun itu disebut milik pria berinisial DS.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, merinci 995 pucuk senjata yang ditemukan terdiri dari 4 pucuk senapan angin kaliber 4,5 mm, 215 pucuk pistol angin kaliber 4,5 mm, 776 pucuk revolver angin kaliber 4,5 mm. Khusus terkait kepemilikan senjata api jenis Franchi SPA, SPAS-15 kaliber 12 GA adalah milik DS.

"Ini sudah diamankan oleh penyidik dari Polres Metro Jakarta Selatan. Saat pendalaman satu pucuk diduga senjata api ini, setelah didalami kepemilikan atas nama Saudara DS," kata Budi kepada wartawan, Jumat, 7 Agustus 2026.

"Dari hasil pendalaman Direktorat Intelkam Subdit Wasendak menemukan bahwa Saudara DS sudah meninggal dunia tahun 2020. Sehingga senjata ini diamankan untuk penelusuran lebih lanjut," ujarnya.

Baca juga
995 Senjata di sekolah swasta di Jaksel disebut untuk ekskul menembak, polisi bantah

Meski demikian, lanjut Budi, polisi akan memeriksa pria inisial IWD atau IW, yang merupakan mantan ketua yayasan. Nama IWD terseret dalam kasus ini lantaran ratusan senjata itu ditemukan di ruangannya.

"Kita akan melakukan, mengundang Saudara IW dalam hal ini untuk memberikan keterangan. Termasuk akan melakukan pendalaman terkait tentang asal-usul kepemilikan, perizinan, penguasaan, lokasi penyimpanan, dan tujuan penyimpanan," jelasnya.

"Penyelidikan sampai saat ini masih dilakukan oleh Direktorat Intelkam Subdit Wasendak bekerja sama dengan Polres Metro Jakarta Selatan," jelasnya.

Sengketa Kepengurusan Yayasan

Sementara itu pihak sekolah menjelaskan soal adanya dugaan konflik kepengurusan yayasan di balik temuan ratusan senjata.

"Iya, karena tanpa ada sengketa itu kami nggak bisa masuk. Justru karena sengketa itu, kami kemudian memberhentikan dia ketua," kata kuasa hukum pihak sekolah, Hermawanto, kepada wartawan, Jumat, 7 Agustus.

Baca juga
995 Senjata api hingga narkoba ditemukan di gedung yayasan sekolah di Pondok Pinang

Hermawanto menjelaskan, usai IWD diberhentikan, pihaknya mendapatkan akses untuk membuka ruangannya. Saat dibuka, ditemukan ratusan senjata berbagai jenis. Pihaknya juga menemukan narkotika hingga 30 compact disk (CD) porno.

"Lalu kemudian kami punya akses untuk masuk ke dalam ruangan, ruangan sekolah kan? Akhirnya kami coba buka-buka, nggak tahunya ketika kami buka ruangan itu menjadi... kita temukan barang terlarang. Seandainya tidak ada sengketa, mungkin senjata itu masih ada di sini," jelasnya.

Respons Eks Ketua Yayasan

Kuasa hukum IWD, Alhadid Endar Putra, menjelaskan ratusan senjata airsoft gun adalah milik PT Lokta Karya Perbakin. Menurutnya, senjata itu disimpan di gudang sekolah karena adanya kerja sama ekstrakurikuler (ekskul) menembak antara PT Lokta Karya Perbakin dan pengurus yayasan sekolah pada 2020.

Alhadid mengklaim, ratusan senjata itu memiliki izin resmi. Dia pun sudah memperlihatkan surat izin tersebut ke pihak kepolisian.

"Mereka (pihak kepolisian) juga bertanya dan kami kasih lihat. Ini akan kita gelar juga di Polres izin-izin tersebut," kata Alhadid yang juga adalah Direktur PT Lokta Karya Perbakin itu.

"Saya juga tidak tahu tiba-tiba meledak, mereka seakan-akan baru tahu. Mereka tahu juga sudah ada izinnya," ungkapnya.

"Ternyata saya ulik ada konflik di yayasan itu. Ini mengenai pembina Bu N sudah menjadi pembina sudah menduduki fisik dari April 2026. Jadi 5 bulan itu menduduki di sana, sebelum dia menduduki itu dia memberhentikan pembina lain," jelasnya.

"Sudah ada gugatannya di PN Jakpus perihal pemberhentian pembina dan rekening pribadi," pungkasnya.

Artikel lainnya: Polisi tangkap 2 pengunggah konten soal Prabowo bahas nuklir Iran

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait